Dua Calon Rektor Unsultra bersama Timsel dan para anggota senat.
KENDARI - Pemilihan Rektor Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Priode 2021-2025 sudah sampai tahap pemaparan visi dan misi dari setiap calon.
Dua kandidat masing-masing Prof Andi Bahrun dan Dr. Muhammad Zabi yang bertarung juga telah mendapatkan skoring dari setiap anggota senat yang hadir dalam rapat senat di Gedung WTC Unsultra pada Rabu (22/12/2021).
Ketua Tim Seleksi (Timsel) Pemilihan Rektor Unsultra, H Mahesang Mustafa mengungkapkan, tahapan pemilihan Rektor Unsultra sudah berjalan dengan baik mulai pemberkasan calon, penilaian rekam jejak sampai dengan pemaparan visi dan misi para Calon Rektor, semua telah dilaksanakan.
"Alhamdulilah, kita sudah selesai melakukan satu tahapan penyampaian visi dan misi, dua calon Rektor Unsultra periode 2021-2025 yakni petahana, Prof Andi Bahrun dan Dr. Muhammad Zabir. Dari 20 anggota senat Unsultra, hanya 18 orang yang turut hadir artinya sudah kuorum. Masing-masing anggota Senat melakukan penilai skoring dari visi misi yang disampaikan oleh kedua kandidat Rektor, dan hasil skoring sudah diserahkan pada Timsel," ungkapnya, Selasa (22/12/2021).
Lanjutnya, hasil nilai skoring masing-masing anggota senat akan diserahkan kepada ketua yayasan. Setelah itu, akan ada penetapan rektor terpilih pada 28-29 Desember mendatang. Ia melihat dari hasil penyampaian visi misi kedua kandidat menunjukan kapasitas yang baik untuk memimpin perguruan tinggi. Dan satu sudah berpengalaman menjadi rektor dan satunya belum berpengalaman dan hasilnya nanti anggota senat yang menilai.
"Unsultra ini ke depan lebih baik pengolahan manajemen dan Rektor Andi Bahrun sudah meletakkan itu. Jumlah mahasiswa harus lebih banyak lagi dan jumlah penelitian lebih banyak dan jumlah kerja sama dengan luar negeri. Kita berharap Unsultra ke depan bisa menjadi universitas terbesar di Sultra dan secara obyektif dengan prestasi beliau pak (Andi Bahrun) layak melanjutkan kepemimpinan Rektor Unsultra ke depan," ujarnya.
Sementara itu, Calon Rektor Unsultra, Prof Dr. Ir H. Andi Bahrun dalam pemaparannya visi dan misinya mengatakan, ia akan menjadikan Unsultra sebagai perguruan tinggi berkinerja baik, inovatif unggul, inklusif dan berintegritas. Kemudian misinya banyak meningkatkan akreditasi program studi juga meningkat akreditasi institusi, dan membuka program berskala international dan sekarang sudah berjalan kerja sama dengan Perguruan Tinggi di Malaysia, Filipina, dan negara-negara lain.
"Kemudian infranstruktur kita benahi, sistem pembelajaran kita perbaiki tetapi istilah untuk periode berikutnya kalau Allah swt masih menghendaki memimpin Unsultra," katanya.
Pada kepemimpinannya selama dua periode memimpin Unsultra ia telah mampu melakukan lompatan paling tinggi untuk memajukan kampus sehingga berdaya saing, lebih maju unggul dan berintegritas pada skala nasional bahkan international. Kiprahnya, memajukan kampus bertagline SEKSI ini, selama dua periode memimpin hingga periode berakhir bulan Desember ini, ia telah memperkuat mutu pengembangan sumber daya manusia dan memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri.
Andi Bahrun menambahkan, kampus besar hanya dengan kebersamaan, kekompakan dari semua elemen oleh mahasiswa dan dosen.
Sejak pertama kali ia datang di Unsultra bukan ditawarkan untuk menjadi pejabat atau Rektor, namun ia diinginkan untuk memperbaiki Unsultra artinya membangun dan memajukan institusi.
Sambungnya, lalu persoalan sekarang kenapa rektor harus tiga periode karena ini berdasarkan aturan, bukan kemauan yayasan itu sendiri. Akan tetap sesuai penjelasan kementerian kelembangan pendidikan tinggi di mana hal tersebut tidak ada masalah dan itu bergantung dari pihak yayasan sendiri.
Contohnya perguruan tinggi Gunadarma sudah hampir 30 tahun rektornya belum perna diganti dan bukan kekuasaan nahkoda ini semata peningkatan tridarma perguruan tinggi.
"Terakhir saya menyampaikan, terimakasih kepada seluruh civitas akademik, pihak senat, mahasisswa, terutama LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi dan juga Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) karena atas seizin beliau saya tetap dipercayakan mengabdi dalam rangka membesarkan institusi dan meningkatkan sumber daya manusia," pungkasnya. (cr5/b/aji)