Tim Kejar Mutu Kemendikbud berfoto bersama dengan kajaran Dikbud Konut usai koordinasi tentang program kejar mutu.
WANGGUDU- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia melalui program kejar mutu, akan melakukan proses pembelajaran terhadap siswa pada 10 Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Konawe Utara (Konut) selama 45 hari terhitung Kamis (11/11/2021).
Program kejar mutu ini dilaksanakan dalam rangka menumbuh kembangkan nalar berpikir siswa pasca covid-19.
Program kejar mutu yang diluncurkan Kemendikbud merupakan program untuk mendampingi dan mengajar siswa dalam menghadapi dunia pendidikan di tengah pandemi covid-19.
Proses belajar mengajar kejar mutu tersebut dilakukan di dua kecamatan yakni Kecamatan Andowia dan Asera dengan masing-masing 5 Sekolah Dasar dalam satu kecamatan.
Ketua Tim Pendamping Kejar Mutu Kemendikbud, Dr. Edi Rahmat Widodo mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 siswa semangat belajar menurun. Sehingga kehilangan motivasi untuk belajar. Ketika pandemi tenaga pendidik, orang tua, siswa, adaptasi pembelajarannya sangat sulit.
"Sehingga kita berharap bisa menentukan sekolah-sekolah sasaran yang memang nantinya bisa berimbas pada praktik belajar mengajar yang baik dari pendampingan kejar mutu ini," terangnya, Kamis (11/11/2021).Edi Rahmat Widodo yang juga Konsultan Kemendikbud ini menjelaskan, di Indonesia rangking membaca, kemampuan menulis, berhitung anak-anak sangat rendah.
"Untuk itulah kegiatan ini membantu teman-teman steakholder sekolah. Khususnya guru agar kemampuan siswanya meningkat, kemampuan literasinya, dan kembali ke sifat anak SD, yakni belajar dan bermain," tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara Lapeha mengatakan sangat mendukung program tersebut.
Dia sangat berterimakasih kepada Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Kemendikbud dalam menempatkan tenaga-tenaga pendamping di Kabupaten Konut.
"Pada intinya kami sangat bangga dan berterimakasih dengan adanya program ini," terangnya. (p3/b/aji)