“Kunci utamanya adalah konsistensi dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Meski menawarkan peluang besar, Dinda juga mengingatkan para peserta untuk berhati-hati terhadap penipuan kerja daring. Banyak oknum yang mengaku sebagai klien tetapi justru menipu dengan berbagai cara.
“Waspadai jika seseorang meminta pindah komunikasi ke luar platform resmi, meminta uang muka, atau menanyakan data pribadi seperti PIN dan password,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan data dan tidak membagikan informasi sensitif kepada siapapun.
Melalui kegiatan ini, Dinda berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat melihat Virtual Assistant bukan sekadar pekerjaan sampingan, tetapi sebagai karier profesional yang menjanjikan. “VA adalah representasi masa depan dunia kerja digital. Selama memiliki skill dan komitmen, siapa pun bisa sukses di bidang ini,” tutupnya.