pendidikan

Santri Darul Mukhlisin Kendari Olah Singkong Jadi Keripik Varian Rasa

Senin, 27 September 2021 | 08:40 WIB
  Keripik hasil olahan santri Darul Mukhlisin Kendari. Foto: Suprianto/Rakyat Sultra.   KENDARI- Pondok pesantren (Ponpes) Darul Mukhlisin memiliki jumlah santri yang cukup besar. Pondok pesantren sangat terbuka untuk pihak luar ponpes memberikan pendampingan, pembimbingan bahkan pelatihan kepada santri. Pendidikan keterampilan juga mendapat perhatian di berbagaii pesantren, guna membekali santri untuk kehidupan di masa yang akan datang.  Kali ini, santri Darul Mukhlisin mengolah singkong menjadi keripik beragam varian rasa sebagai salah satu upaya untuk memberdayakan potensi ekonomi serta membangun sebuah masyarakat yang mandiri adalah melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru.  Pondok pesantren Darul Mukhlisin dibimbing langsung oleh dosen yang berpengalaman dalam pengolahan singkong tersebut. Diharapkan kedepan harus mampu dan berani mengaplikasikan apa yang diterima dengan menghasilkan kreativitas yang bernilai. Kegiatan usaha tersebut perlu dikembangkan oleh pesantren. Hal tersebut diungkapkan oleh Irmawatty P Tamburaka sebagai ketua tim pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo (UHO) saat ditemui di Kendari, Sabtu (25/9/2021). Dijelaskan, singkong merupakan salah satu produk pertanian yang bisa diolah dan dimanfaatkan, karena manfaat yang diperoleh dari komoditas singkong cukup banyak salah satunya mengolah singkong menjadi kripik singkong. Selain untuk dikonsumsi karena memiliki cita rasa yang lezat, kata dia, kandungan gizinya sangat tinggi, kripik singkong memiliki pangsa pasar yang cukup luas. Pengetahuan santri selama belajar di pondok pesantren selain teori dan konsep harus memahami penerapan teori dan konsep atau aplikasinya.  Diharapkan dari kegiatan pembimbing tersebut dapat meningkatkan pengetahuan santri atau santriwati menjadi wirausaha-wirausaha muda yang handal dalam mengolah komoditi-komoditi yang bernilai ekonomi.  "Pengolahan singkong dengan berbagai varian rasa, bernilai gizi tinggi dapat menghasilkan tambahan pendapatan. Dengan kemasan memegang peran penting untuk memasarkan hasil olahan, semakin menarik kemasan maka semakin banyak yang tertarik pula untuk membeli produk tersebut," ucapnya. Lanjutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah peluang usaha bagi pesantren serta mengedukasi santri guna menjadi wirausahawan muda yang energik dan dapat menginspirasi santri-santri lainnya. "Salah satu upaya untuk memberdayakan potensi ekonomi serta membangun sebuah masyarakat yang mandiri yaitu melahirkan sebanyak-banyaknya wirausahawan baru," imbuhnya.  Dia menambahkan, tujuan dari pengabdian masyarakat ini yaitu mensosialisasikan hasil-hasil penelitian terdahulu tentang perlunya edukasi mengolah bahan pangan singkong atau ubi kayu atau ketela pohon menjadi keripik singkong dengan varian rasa sebagai peluang usaha. Keripik singkong yang diolah dengan berbagai varian rasa, misalnya rasa original, rasa manis, rasa pedas.  "Kami berikan edukasi kepada santri terkait kandungan dan manfaat dari bahan baku singkong serta bahan-bahan pendukung lainnya. Setelah selesai proses penggorengan maka perlu diedukasi cara pengemasan produk keripik singkong menggunakan plastik yang sudah disiapkan. Pengemasan tujuannya agar keripik singkong tetap dalam kondisi renyah, gurih, dan higenis," tutupnya. (r5/b/aji) 

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB