Suasana KKN Tematik UHO terkait edukasi resiko bencana bagi masyarakat Desa Tumbutumbu Jaya, Kecamatan Kolono Timur, Konawe Selatan.
KENDARI - Pengabdian kepada masyarakat terintegrasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilakukan Universitas Halu Oleo (UHO) kali ini terkait edukasi penguatan pengelolaan resiko bencana gempa bumi dan tsunami bagi masyarakat dan pemerintah Desa Tumbutumbu Jaya, Kecamatan Kolono Timur, Kabupaten Konawe Selatan, terutama pada kawasan-kawasan yang rentan terpapar bencana dan mengalami kejadian berulang.
KKN Tematik pengurangan risiko bencana berbasis komunitas ini diketuai oleh Erzam S. Hasan, S.Si., M.Si. dengan anggota tim pengabdian yaitu Dr. Hasria, S.Pd., M.Si, Syamsul Razak Haraty, S.Si., M.T, Ali Okto, S.T., M.T. dan Masri, S.Si., M.T.
Ketua KKN Tematik UHO dari Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITK), Erzam S. Hasan mengungkapkan bahwa peserta kegiatan meliputi ketua lembaga masyarakat Desa, ketua RW, ketua RT, karang taruna, tokoh masyarakat, tokoh Agama, tokoh pemuda dan tokoh perempuan turut berpartisipasi dalam focus group discusion (FGD) pengurangan resiko bencana gempa bumi.
Dijelaskan, adapun permasalahan yang ditemukan yaitu belum adanya data dan sebaran risiko bencana di Desa Tumbu-Tumbu Jaya yang berbasis komunitas, belum terbangunnya pemahaman situasi bencana di desa dan pemahaman asset penghidupan, rendahnya pemahaman masyarakat tentang risiko bencana, belum tersosialisasinya pengelolaan risiko dan belum adanya penetapan wilayah atau kawasan rawan bencana.
"Kami menawarkan solusi melalui kegiatan KKN Tematik antara lain, kajian risiko partisipatif yang berbasis komunitas, penguatan kualitas layanan dasar, penguatan sistem koordinasi, penguatan pengelolaan risiko bencana, dan penguatan sistem kesiapsiagaan untuk mendukung kegiatan tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi paska bencana," ungkap Erzam saat ditemui di UHO, Kamis (9/9/2021).
Dia menuturkan, kontribusi mendasar pada masyarakat yaitu mengurangi kerentanan dan resiko bencana, meningkatkan layanan dasar dan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Kemudian output yang bakal didapatkan masyarakat Desa Tumbutumbu Jaya yaitu adanya peta ancaman, kerentanan, dan risiko bencana gempa dan tsunami berbasis komunitas.
"Kami juga akan menyusun kajian risiko bencana gempa bumi dan tsunami yang menjadi dasar penyusunan rencana penanggulangan bencana (RPB) desa, serta tersusunnya mekanisme atau model koordinasi pengelolaan bencana di Desa Tumbu-Tumbu Jaya, " ujarnya.
Hasil kajian sebelumnya yang dilakukan menunjukkan bahwa Kabupaten Konawe Selatan Provinsi Sultra memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana, baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia.
"Keberadaan sesar Kolono yang aktif membangkitkan kesadaran kita tentang tingginya potensi resiko gempa bumi dan tsunami di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Sultra dikategorikan sebagai salah satu provinsi yang berisiko bencana tinggi di Indonesia," imbuhnya.
Lanjutnya, masuknya program kebencanaan merupakan perhatian berbagai pihak tidak hanya secara nasional namun secara internasional.
KKN Tematik pengurangan risiko bencana (PRB) merupakan program yang melibatkan berbagai unsur utamanya dalam membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis ancaman, kerentanan, dan risiko bencana.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif baik bagi mahasiswa maupun institusi khususnya mengenai pengembangan
kemampuan mahasiswa dan perhatian dunia pendidikan dalam melihat permasalahan di sekitarnya serta menjadi agen solutif bagi permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat," cetusnya.
Dia menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berfikir dan bertindak secara komprehensif, serta dalam mengembangkan ilmu dan
keterampilan yang dimiliki untuk memecahkan masalah kebencanaan di masyarakat.
"Dalam FGD yang dilakukan, masyarakat juga dibekali dengan pengetahuan tentang gempa dan tsunami serta mitigasinya," tutupnya. (r5/b/aji)