pendidikan

KKN Tematik UHO Beri Edukasi Pengolahan Lingkungan Pemukiman Terdampak Abrasi

Senin, 26 Juli 2021 | 10:18 WIB
Suasana pelaksanaan pembekalan KKN Tematik UHO yang dilakukan secara daring. Foto: Suprianto/Rakyat Sultra.   KENDARI - Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan pembekalan KKN Tematik tahun 2021 dengan cara daring atau online. Pembekalan secara daring dilakukan mengingat saat ini masih dalam pandemi covid19 dan adanya pemberlakukan PPKM oleh pemerintah. Salah satu Ketua Tim KKN Tematik UHO 2021, Dr La Hamimu mengatakan, pelaksanaan secara daring ini merupakan penerapan terhadap aturan yang diberlakukan pemerintah dan untuk mencegah terjadinya penularan covid19. "Kami berharap agar mahasiswa bisa menjadi agen untuk penerapan kepatuhan terhadap prokes di masyarakat masa pandemi," ungkapnya saat ditemui di Kendari, Senin (26/7/2021). Tema KKN Tematik 2021 ini yaitu sosialisasi dan pengelolaan lingkungan pemukiman pada daerah terdampak abrasi pantai Desa Bajoe Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. KKN Tematik 2021 ini diikuti oleh 15 mahasiswa dari beberapa jurusan di UHO. “Mengapa lokasi KKN Tematik di Desa Bajoe, karena Desa Bajoe merupakan salah satu diantara 7 desa yang terletak di wilayah pesisir Kecamatan Soropia yang mengalami akresi atau perubahan garis pantai akibat abrasi. Hal itu bisa menjadi ancaman terhadap stabilitas wilayah pesisir dan hilangnya lahan permukiman, serta terganggunya aktivitas sosial ekonomi masyarakat," ujarnya. Dia mengungkapkan bahwa target umum kegiatan KKN Tematik UHO yaitu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berfikir dan bertindak secara komprehensif serta mengembangkan keterampilan untuk memecahkan masalah kebencanaan di masyarakat. "Kemudian mensosialisasikan dan mengelola lingkungan permukiman terhadap abrasi baik dari aspek fisik dan ekonomi," cetusnya. Wakil Rektor I UHO ini menjelaskan mahasiswa peserta KKN Tematik akan didampingi oleh tim dosen lainnya yakni Dr Bahdad, S.Si, M.Si, Laode Ihksan Juarzan, S.Si, M.Sc, Fitriani, ST, M.Si, Laode Andimbara, S.Pd, M.Sc dan Alfirman, S.Si, MPW dalam menjalankan program pengkajian resiko partisipatif, penguatan kualitas layanan dasar pada lingkungan serta peningkatan ekonomi masyarakat. Dia menuturkan, pengkajian terhadap resiko partisipatif dilakukan dengan analisis terjadinya abrasi dan pembuatan peta abrasi. Kemudian melakukan kajian dampak abrasi terhadap lingkungan pemukiman. Lanjutnya, untuk penguatan kualitas layanan pada lingkungan yaitu pendidikan pengelolaan lingkungan di sekolah, penguatan sistem informasi Desa. Misalnya perbaikan papan informasi dengan memasukkan informasi kebencanaan dan pembuatan jalur evakuasi. "Kemudian perbaikan lingkungan permukiman dengan memperbaiki dan memperindah jalan lingkungan serta melakukan penanaman pohon bakau," ucapnya. Dia menambahkan, untuk peningkatan ekonomi masyarakat Desa Bajoe, melalui KKN Tematik UHO kali ini akan melakukan penyediaan media ternak lele dan sayuran yang dapat diletakkan pada lahan sempit dengan memanfaatkan pekarangan rumah. "Kemudian penyediaan bibit ikan dan bibit sayuran serta membentuk tim bimbingan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat," tutupnya. (r5/b/aji)

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB