Pelaksanaan kegiatan Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial secara virtual. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.
KENDARI - Dalam upaya meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang dimiliki, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) terus mendorong para dosen untuk melakukan pengembangan kemampuan penelitian.
Dekan FISIP, Muhammad Ihsan Mattalitti mengungkapkan, dalam upaya menghasilkan tenaga pendidik yang berkualitas dan memiliki intelektual yang mengampuni di bidangnya masing-masing, pihaknya terus mendorong para dosen untuk terus melakukan pengembangan peneliatian agar mereka mampu melahirkan generasi yang berkualitas.
Lanjutnya, salah satu upaya yang dilakukan oleh FISIP UMK untuk mendorong pengembangan penelitian dosen dengan menggelar kegiatan sekolah riset yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang berlangsung secara virtual selama 3 hari dimulai pada pekan lalu.
"Kegiatan LP3ES sangat penting di ikuti oleh para dosen, karena bisa memberikan wawasan baru dalam menemukan konsep atau metode pembelajaran yang baru untuk mahasiswa. Untuk itu kami mengikutkan sebanyak tiga dosen dan satu mahasiswa magang mengikuti kegiatan riset yang diadakan oleh LP3ES," ungkapnya, Kamis (1/7/2021).
Ia mengatakan, untuk memberikan pengalaman kepada para mahasiswa pihaknya mengutus satu orang mahasiswa untuk mengikuti kegiatan tersebut agar mereka mempunyai tambahan kompetensi dan pengetahuan tentang penelitian.
Pihaknya menyadari bahwa saat ini UMK kekurangan dosen yang memiliki kompetensi dibidang penelitian. Terutama pada metode Survei yang mana metode survey ini berkaitan dengan metode kuantitatif. Untuk itu pihaknya akan terus mendorong dan memotivasi dosen untuk mengembangkan potensi di bidang metodologi penelitian karena core dari pendidikan tinggi, selain pendidikan dan pembelajaran yaitu penelitian.
"Penelitian menjadi penting dikarenakan penelitian itu nanti akan menghasilkan konsep atau teori-teori yang nantinya menjadi bahan ajar. Sehingga konsep-konsep maupun teori baru yang dihasilkan akan diaplikasikan dalam proses belajar mahasiswa," pungkasnya. (cr5/b/aji)