Dosen dan mahasiswa UMK usai melakukan kegiatan pelatihan. Foto; Dirma/Rakyat Sultra.
KENDARI - Sagu merupakan komoditas pangan lokal yang melimpah di Sulawesi Tenggara (Sultra), melihat hal tersebut para dosen Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) melakukan inovasi dengan menciptakan cimilan sehat dengan menggunakan bahan dasar sagu dan jahe.
Inovasi tersebut diimplementasikan dalam pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada hari Senin (14/6/2021) di gedung PGRI Kota Kendari. Kegiatan ini melibatkan dua dosen UMK yakni Asriani, SP.,M.Sc dari Fakultas Pertanian dan Juwita., SE., Sy.,MM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta tiga orang mahasiswa. Kegiatan juga dihadiri beberapa pelaku Industri Rumah Tangga kue khas sagu.
Ketua tim pengabdian, Asriani mengungkapkan, cemilan sehat yang berhasil mereka ciptakan diberinama Bagea Sahe. Inovasi baru ini merupakan perpaduan tepung sagu dengan ekstrak jahe menjadi cemilan sehat kaya akan nutrisi.
Sagu merupakan sumber pangan yang mengandung kalori dan karbohidrat yang tinggi sementara itu tanaman jahe merupakan salah satu tanaman herbal yang setelah melalui riset menunjukkan bahwa khasiat dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Lanjutnya, inovasi ini merupakan implementasi dari pelaksanaan Caturdharma Perguruan tinggi yakni Pendidikan, Penelitian , Pengabdian kepada masyarakat dan Ahlakul Karimah. Dimana ini merupakan hal yang sangat penting sebagai tugas utama oleh seorang Dosen di UMK.
Di mana dosen terus dituntut untuk dapat meningkatkan kinerja dalam bidang ilmunya serta melahirkan inovasi yang sangat bermanfaat bagi para masyarakat.
"Sebagai bentuk pelaksanaan Caturdharma tersebut, maka TIM Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UMK melaksanakan Kegiatan pelatihan dengan tema “Pengembangan Inovasi Baru 'Bagea Sahe' sebagai cemilan sehat pada masa pandemik Covid -19 berbasis Sumber Faya Lokal.
Kegiatan tersebut merupakan Hibah PKM dari Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi," ungkapnya.
Ia mengatakan, metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan dan pelatihan tentang cara pembuatan produk, pelatihan teknik pengemasan dan pembukuan sederhana usaha produk baru. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memberi motivasi dan keterampilan sekaligus memperkenalkan inovasi baru dari kue Bagea yakni Bagea Sahe.
Lanjutnya, produk baru ini diharapkan menjadi produk sehat yang dapat menambah cita rasa baru cemilan khas yang ada di Kota Kendari pada masa Pandemik Covid-19.
"Kita harapkan hasil dari kegiatan ini, dapat mendorong pengembangan dan kebangkitan Industri Rumah Tangga kue khas sagu di Kota Kendari, sekaligus menciptakan produk cemilan baru yang sehat yang menjaga imunitas tubuh pada masa pandemik Covid-19," pungkasnya. (cr5/b/aji)