Ketua Peragi Sultra, Prof.Dr.Ir.Andi Bahrun,M.Sc.Agric (kiri) menyerahkan paket sembako kepada perwakilan petani di Amohalo, Kelurahan Baruga, Kota Kendari. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.
KENDARI - Petani menjadi salah satu sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19 yang melanda. Melihat kondisi petani saat ini, Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi sosial dengan memberikan bantuan dan mengedukasi kepada para petani padi sawah di wilayah Amohalo, Kelurahan Baruga, Kota Kendari.
Ketua Peragi Sultra , Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun mengungkapkan, kegiatan aksi sosial yang dilakukan oleh pihaknya diinisiasi oleh Peragi Pusat dengan mengajak para pengurus dan anggota untuk menyumbang sesuai keikhlasan.
Aksi Peragi peduli tersebut merupakan bentuk kepedulian mereka terhadap petani dan sekaligus media untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan tekad untuk bersama-sama mensukseskan program pembangunan pertanian demi terjaminnya ketahanan pangan daerah dan nasional.
Lanjutnya, aksi sosial yang dilakukan oleh Peragi dikemas menjadi dua kegiatan yaitu berbagi rezki dalam bentuk paket sembako dan aksi berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dalam bentuk Bintek dan dialog interaktif tentang Teknik Budidaya Padi Sawah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
"Di samping kita memberikan sembako kepada para petani kita juga memberikan bekal ilmu dan pengetahuan yang disampaikan oleh pakar pertanian khususnya dibidang agronomi (budidaya tanaman) agar mereka dapat mengatasi permasalahan pertanian yang dialami mereka. Dan itu akan menjadi bekal berharga dalam mengelola lahan sawah mereka agar tetap produktif dan menguntungkan," ungkapnya.
Andi Bahrun meyakini, dengan jaringan yang dimiliki oleh pengurus dan anggota Peragi akan membantu mengkomunikasikan permasalahan yang dialami para petani sawah Amohalo terutama terkait bendungan untuk mendukung pengairan dan juga terkait ketersediaan pupuk. Mengingat pengurus dan anggota Peragi terdiri dari unsur akademisi, lembaga riset, birokrat serta swasta.
"Kegiatan yang kita lakukan akan menjadi awal kegiatan selanjutnya bagi akademisi khususnya melalui kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta akan bisa menjadi desa binaan terlebih sebagai bentuk implementasi Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar. Selain itu kami berterima kasih atas dukungan dan kontribusi pusat dan pengurus Peragi Sultra serta sahabat Agronomi dan para mahasiswa sehingga kegiatan ini bisa terlaksana dengan lancar," pungkasnya.
Sementara itu, perwakilan tokoh masyarakat Amohalo, Pasrin mengatakan, ia sangat berterima kasih atas kedatangan para pakar yang tergabung dalam Peragi peduli yang telah memberikan ilmu dan pengetahuan untuk memperbaiki teknik budidaya padi sehingga produktivitasnya meningkat. Selain itu, pada bulan suci Ramadhan mereka mendapat paket sembako dari Peragi, sehingga dapat membantu kecukupan pangan.
"Kepedulian Peragi kepada para warga membuat kami mendapat energi dan semangat dalam mengelola usaha taninya dengan adanya kehadiran dan perhatian para pakar bahkan sebagian guru besar dan doktor di lahan persawahan. Semoga kegiatan seperti ini tetap ditingkatkan sehingga petani produktif dan sejahtera," pungkasnya. (cr5/b/aji)