Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun (ketiga dari kiri) bersama dengan empat dekan yang baru dilantik. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.
KENDARI - Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas dan kinerja lembaga, Univeritas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali melantik empat dekan baru pada hari Selasa (20/4/2021) di Aula Unsultra, dengan harapan mampu meningkatkan kualitas lembaga dan menciptakan sebuah perubahan yang lebih baik.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Rektor Unsultra Nomor : 094, 095, 096 dan 097/R/09/A.6/IV/2021 ada Empat dekan yang dilantik yaitu, Dr. Ir. Irwan Lakawa, ST.,M.Si sebagai Dekan Fakkultas Teknik, Dr. Haidir Amin, SP.,M.Si sebagai Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Dr. La Niasa, SH.,MH sebagai Dekan Fakultas Hukum, dan Dr. Haeruddin, MPA sebagai Dekan Fakultas Sospol.
Rektor Unsultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun mengungkapkan, pelantikan empat dekan yang dilakukan tersebut merupakan sebuah wujud nyata dalam menyongsong sebuah kemajuan, sehingga diperlukan sebuah gebrakan yang baru, inovatif dan kreatif. Tentu pihaknya menginginkan, Empat Dekan baru tersebut bisa membawa gerakan dan perubahan besar bagi Unsultra kedepannya.
"Kami sangat membutuhkan hal tersebut, sehingga melalui pelantikan dekan ini mereka bisa bekerja lebih baik lagi sesuai yang diharapkan, yaitu bisa mengembangkan fakultas menjadi lebih baik," ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam penetapan ke Empat Dekan tersebut berdasarkan proses seleksi bukan lagi pemilihan, hal ini telah tertuang dalam peraturan menteri nomor 16 tahun 2018, terkait dengan seleksi pimpinan di perguruan tinggi. Sesuai keputusan pimpinan pusat, bahwa untuk di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), tidak lagi dilakukan pemilihan dalam menentukan pimpinan, melainkan dengan tahapan seleksi yang dilakukan oleh rektor, anggota senat, yayasan, dan pembina Universitas, dengan tahapan seleksi yang sangat ketat.
"Empat Dekan yang terpilih tersrbut adalah betul-betul sudah melewati semua proses seleksi dengan baik dan telah dinyatakan berhasil. Ada tiga tahap seleksi yang harus dilewati para dekan, pertama berdasarkan rekaman jejak, pengalaman organisasi, kepemimpinan, pengalaman penelitian dan pengabdian masyarakat, serta publikasi jurnal. Kedua kompetisi dasar dan menejerila, dan ketiga adalah visi misi yang ingin dicapai kedepanya," jelasnya.
Prof Bahrun berharap, mereka harus membangun kampus dengan inovasi serta mampu memanfaatkan barbagai ekosistem yang ada. Artinya antara kompene satu dengan yang lain, itu harus berkaitan untuk membangun sistem yang kuat. Mereka harus mempu melakukan transformasi atau trobosan, jangan terjebak dengan rutinitas.
"Harus bisa berfikir cemerlang, kreatif untuk membangun fakultas menjadi lebih bermutu. Karena majunya fakultas, maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kualitas kampus sendiri. Serta saya berpesan kepada dekan yang baru, bekerjalah dengan bagus dan cerdik, dimana selalu memegang teguh visi Unsultra, yaitu bisa menjadi pelopor pembangunan daerah, nasional dan global," pungkasnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Sospol, Dr. Haeruddin mengatakan, ia merasa beryukur atas terpilihnya menjadi Dekan. Bagi dia, ini merupakan sebuah amanah yang harus dikerjakan dengan baik. Ia akan berusahan dengan keras dalam membagun dan meningkatkan kualitas Fakultas serta lembaga agar mampu menjadi yang terbaik.
"Banyak yang harus dikerjakan dan dibenahi, yang pasti saya sudah memiliki sejuta ide dan program kerja yang akan dikerjakan. Namun terlepas dari itu, hal pertanay yang akan dilakukan adalah, menggaet seluruh elemen baik itu internal dan eksternal, untuk bersama-sama bekerja dan membangun fakultas menjadi lebih maju, bermutu dan berdaya saing," tutupnya. (cr5/b/aji)