pendidikan

Universitas Mandala Waluya Sabet Dua Penghargaan dari LLDIKTI

Senin, 21 Desember 2020 | 08:26 WIB
      Suasana penerimaan penghargaan dari LLDIKTI. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.   KENDARI - Universitas Mandala Waluya (UMW), di akhir tahun 2020 ini UMW berhasil dinobatkan oleh Lembaga Layana Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) IX Sulawesi sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan sistem pembelajaran daring terbaik dan penghargaan PTS terbaik di Sulawesi Tenggara (Sultra). Rektor UMW, Dr PH Hj Tasnim merasa sangat bersyukur dan bangga dengan prestasi yang berhasil diraih oleh UMW. Tentu saja dua penghargaan tersebut dapat diperoleh berkat usaha dan kerja keras serta doa dari para warga kampus dan seluruh stakeholder yang turut membantu. “Alhamdulillah kerja keras yang dilakukan oleh UMW dalam mengembangkan sistem pembelajaran Daring guna menunjang proses perkuliahan mendapat apresiasi dari LLDIKTI. Sebuah kebanggan yang luar biasa bagi kami ketika dinobatkan sebagai PTS Penyelenggara Pembelajaran Daring Terbaik. Dengan diberikannya penghargaan tersebut kami akan lebih memacu diri lagi dalam memberikan pelayanan perkuliahan yang lebih baiki,” ungkapnya. Prof Tasnim menerangkan, sebelum pemdemi Covid-19, UMW sudah mulai mengembangkan sistem pembelajaran daring. Di akhir tahun 2018 Mandala Waluya sudah mulai merancang sistem pembelajaran jarak jauh dan pada tahun 2019 mulai diperkenalkan kepada para dosen. “Di 2019 lalu, para dosen dilatih bagaimana cara membuat materi, tugas dan daftar hadir dengan sistem daring. Untuk melancarkan proses pembelajaran, setiap Prodi mempunyai sistem informasi dan teknologi sendiri, namun pada saat itu penerapan secara perlahan dan belum smooth, nanti di tahun 2020 ini baru dilaksanakan secara penuh,” ujarnya. Lanjutnya,  saat kondisi pandemi yang terjadi di bulan Maret lalu, civitas akademik masih tetap bisa menjalankan proses perkuliahan, ujian skripsi dan tesis serta ujian yang lain. Jadi sebelum Covid-19 pihaknya sudah mulai menerapkan pembelajaran secara Daring. “Ketika covid-19 terjadi di Indonesia kita masih tetap bisa melaksanakan sistem pembelajaran secara baik tanpa ada kendala tetapi dengan cara daring. Jadi sebelum penerapan daring ini dilakukan di tahun 2020 tahun sebelumnya kita sudah laksanakan,” jalasnya. Untuk itu, Prof Tasnim berharap kepada dosen agar terus meningkatkan strategi atau keterampilan dalam membuat atau mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik dengan kelengkapan bahan ajar baik guna dimasukkan di dalam sistem e-learning. Sehingga semua dokumen bisa diakses oleh para mahasiswa. “Semoga mahasiswa kami dapat terampil dan beradaptasi dengan informasi dan teknologi yang berkembang saat ini. Kita juga terus berusaha menciptakan lulusan yang bukan hanya cerdas secara intelektual tetapi punya kemampuan dibidang informasi dan teknologi, karena saat ini teknologi merupakan hal yang mendasar yang harus dimiliki oleh seorang alumni,” pungkasnya. (Cr5/b/efn)

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB