UPBJJ Universitas Terbuka Kendari
RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 138.791 pelamar dinyatakan lolos seleksi CPNS 2019 dan telah dirilis pada 30 Oktober 2020 lalu. Ada 10 universitas yang alumninya banyak lolos di CPNS 2019
Pemberkasan CPNS 2019 sudah dimulai sejak 4 November 2020 lalu. Hasil akhir seleksi bisa dilihat melalui laman resmi SSCN.
Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suherman menyampaikan data kelulusan CPNS berdasarkan asal kampusnya. Alumni UT yang lulus CPNS sebanyak 9.436 orang. UT berhasil mengalahkan kampus-kampus besar seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), maupun Universitas Airlangga (Unair). Bahkan UI dan Unair tidak masuk dalam sepuluh besar perguruan asal peserta yang lolos CPNS.
Dilansir data BKN per 31 Oktober 2020, di bawah kampus UT ada UGM dengan jumlah alumni yang lolos CPNS sebanyak 3.452 orang. Kemudian diikuti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sebanyak 3.318 orang, Universitas Sebelas Maret (2.468), Universitas Negeri Semarang (2.403), dan Universitas Negeri Yogyakarta (2.334). Setelah itu, ada Universitas Diponegoro sebanyak 2.017 orang, Universitas Negeri Makassar (1.789), Universitas Sumatera Utara (1.708), dan Universitas Sriwijaya (1.630).
Sementara itu, Kabar gembira ini direspon positif Rektor UT Prof Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D. Menurut Ojat, banyaknya lulusan UT yang lulus CPNS 2019 tersebut memberikan tiga makna bagi UT.
Yang pertama, hal ini menandakan kualitas kurikulum UT yang semakin membaik. Dikatakan Ojat pihaknya mengembangkan bahan ajar, layanan belajar, hingga kegiatan evaluasi hasil belajar yang dirancang setiap lulusan UT untuk memperoleh pengalaman kuliah yang optimal.
"Bahan ajar, kualitas proses pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar di UT dikawal secara jelas dan tegas serta dikendalikan melalui sistem penjaminan kualitas internal yang sangat ketat sehingga mutu lulusan UT sangat terjamin," ujar Ojat dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2020).
Lanjut Ojat, Menjelaskan, keberhasilan mahasiswa UT juga sangat tergantung kepada upaya dan kerja keras serta dengan dukungan dari UT. Adapun untuk mendukung hal tersebut, UT melakukan beragam terobosan dengan menyediakan kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan literasi dalam bidang komputer dan internet sebagai kunci utama hidup di era revolusi industri 4.0. Begitu pula dengan kegiatan-kegiatan disporseni untuk menyalurkan bakat dan minat mahasiswa.
Makna kedua dari banyaknya lulusan UT yang diterima sebagai CPNS yaitu mencerminkan mutu pendidikan di UT yang terstandar dan dapat diimplementasikan dengan baik di seluruh pelosok Indonesia. Dengan standar ini, nilai akhir mata kuliah yang diperoleh mahasiswa di Jawa akan sama dengan nilai akhir mahasiswa yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, serta kepulauan terpencil lainnya.
" Dalam hal inilah, UT hadir sebagai instrumen strategis pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas di seluruh tanah air. Lowongan CPNS yang ada di daerah merupakan ajang bagi para alumni lulusan UT untuk berkompetisi dengan lulusan dari perguruan tinggi lainnya," ungkap Ojat.
Dan Makna ketiga bagi UT , yaitu mencerminkan kapasitas UT mampu menerima jumlah mahasiswa yang besar (daya tampung) tanpa mengorbankan kualitas. Dengan bantuan teknologi dan model penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh yang dilakukan UT saat ini telah memungkinkan UT membantu pemerintah dan masyarakat menyediakan lulusan yang berkualitas yang siap bersaing pada level nasional dan global.
"Keberhasilan ini semua bukan semata-mata karena hasil kerja UT sendiri tetapi karena adanya sinergi dan dukungan semua pihak terutama mitra kerja UT baik di pusat maupun di daerah. Operasional UT di seluruh pelosok tanah air dan bahkan di luar negeri didukung penuh oleh mitra UT yang telah terjalin selama 36 tahun sejarah perjalanan UT," ucapnya.