Kadikbud Sultra Asrun Lio (tengah) bersama Ketua Pemuda Covid 19 Sultra Andi Baso Amirul Haq menjadi narasumber dalam talk show virtual di SMAN 2 Kapontori, Selasa (7/7)
-
Kadikbud Sultra Asrun Lio (tengah) bersama Ketua Pemuda Covid 19 Sultra Andi Baso Amirul Haq menjadi narasumber dalam talk show virtual di SMAN 2 Kapontori, Selasa (7/7)
KENDARI, RAKYATSULTRA.com – Dalam mempersiapkan menuju tatanan kehidupan baru atau new normal, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan sosialisasi penyuluhan dan pencegahan penyakit menular dan wabah dalam lingkup pendidikan.
Kali ini Dikbud Sultra melakukan pencegahan virus corona atau Covid-19 dan meninjau langsung implementasi new normal, di SMA 2 Kapontori, Kabupaten Buton, Selasa (7/7/2020).
Dalam kegiatan yang digelar melalui talk show virtual itu, juga menghadirkan Ketua Pemuda Covid-19 Sulttra, Andi Baso A. Haq dan Kepala SMAN 2 Kapontori, Laode Muhammad Aswid SPd.
Plt Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio mendatangi langsung sekolah untuk melihat permasalahan dan bagaimana persiapan sekolah menghadapi new normal.
Kepala SMA Negeri 2 Kapontori, Laode Muhammad Aswin menyatakan sekolah yang dipimpimnya tidak jauh beda dengan penyampaian kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayan Sultra. Bahkan SMAN 2 Kapontori dilakukan sejak pandemi menyerang Indonesia dan Sultra.
“Tentang proses belajar-mengajar, juga dilakukan secara daring (online). Hanya saja, kondisi di Kapontori ada wilayah tertentu yang tidak ada jaringan internet. Meski begitu, belajar daring terus dilakukan. Kalau ada siswa tidak mendapatkan jaringan internet, guru nya mengarahkan mencari lokasi yang terjangkau jaringan,” ujarnya.
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Dikbud Sultra yang sudah memberikan bantuan westafel portabel dan masker. Juga bantuan sembako untuk orang tua siswa yang tidak mampu. Khusus westafel portabel sudah digunakan.
Aswid juga menyatakan sebuah kesempatan yang baik Kadis Dikbud Sultra hadir di sekolahnya, meskipun sangat sibuk.
Sementara itu, Plt Kadis Dikbud Sultra menyebut ingin melihat langsung bagaimana persiapan sekolah menghadapi new normal.
“Banyak salah persepsi soal penerapan new normal initial. New Normal adalah kehidupan baru yang akan diterapkan di masyarakat, tetapi dengan syarat tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti tetap menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan,” katanya.
Asrun Lio sempat mengamati sepanjang perjalanan dari Kendari, Konawe Selatan (Poros Moramo-Amolengo) hingga Kapontori, Buton, masyarakat sepertinya mengabaikan protokol kesehatan. Inilah katanya yang harus diperhatikan oleh masyarakat. Bahwa kehidupan normal bukan kembali seperti kehidupan biasa. Tetapi dalam menjalankan aktifitas sehari-hari harus menerapkan protokol kesehatan.
Pihak sekolah katanya menjadi garda terdepan penerapan protokol kesehatan saat new normal berjalan. Sekolah menjadi contoh bagi masyarakat. Sekolah juga adalah kaki tangan yang bisa mengajarkan protokol kesehatan bagi masyarakat.
Asrun Lio juga menyebut kunjungan ke sekolah tidak terjadwal. Itu memang sengaja dilakukan, target sekolah bukan dalam kota saja. Tetapi sekolah di luar daerah. Setelah SMAN 2 Kapontori, Dikbud selanjutnya akan ke Baubau dan Buton Selatan. Bisa jadi juga ke Pasarwajo kalau memungkinkan.
Selain talk show, Asrun Lio juga menyerahkan secara simbolis bantuan westafel portabel, masker dan sembako kepada SMA 2 Kapontori, SMA 1 Kapontori, SMA 3 Kapontori, SMA 3 Lasalimu dan SMK 1 Kapontori. (SP/IS)