pendidikan

Alumni STIKES MW Harus Tingkatkan Pengabdian ke Masyarakat

Kamis, 6 Oktober 2016 | 09:37 WIB
Suasana Yudisium mahasiswa STIKES-MW, baru-baru ini.

-
Suasana Yudisium mahasiswa STIKES-MW, baru-baru ini.

KENDARI, RSONLINE - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya (Stikes-MW) Kendari secara administrasi menobatkan mahasiswanya sebagai wisudawan dan wisudawati pada jurusan S1 Keperawatan, S1 Kesehatan Masyarakat dan Program Profesi Ners, melalui yudisium, belum lama ini.

Ketua STIKES MW Kendari, HM Idrus SKM MKes, mengungkapkan bahwa mahasiswa yang sudah diyudisium merupakan suatu keputusan dimana yang bersangkutan telah dinyatakan sudah memenuhi syarat dari berbagai persyaratan untuk lulus.

“Berbagai macam persyaratan tersebut, seperti persyaratan dalam bidang akademik, administrasi yang sudah diwajibkan dan persyaratan itu sudah lunas dilakukan oleh mahsiswa itu sendiri," katanya.

Lanjut Idrus, yang sudah diyudisium berjumlah 496 mahasiswa, terbagi tiga jurusan. Jurusan Kesehatan Masyarakat berjumlah 160 mahasiswa, untuk Jurusan Keperawatan berjumlah 268 mahasiswa dan Mahasiswa Profesi Ners berjumlah 68 orang.

Rencana wisudanya akan dilaksanakan di Grand Clarion Hotel, pada minggu kedua Oktober mendatang.

Deadline waktunya masih menunggu dari koordinator Kopertis wilayah IX Sulawesi. Karena setiap kali kita mau wisuda harus lapor dulu kesana,” tambahnya.

Masih kata Idrus, Stikes MW Kendari terus berupaya meningkatkan kinerjanya guna menjamin mutu lembaga pendidikan. Harapannya kedepan alumni ini bukan hanya sekedar selesai diwisuda.

Mereka juga itu bisa mengabdikan dirinya ke masyarakat. Artinya dengan ijazah yang dimiliki bisa dimanfaatkan di masyarakat dan akan diterima di intansi pemerintah maupun instansi swasta yang ada di nusantara ini.

“Untuk alumni jurusan Keperawatan, usahakan jangan berhenti sampai disini. Saya sarankan untuk lanjut program Ners. Untuk alumni Ners, lanjutkan ujian kompetensi untuk mendapatkan sertifikat STR (Surat Tanda Registrasi) dan untuk Kesehatan Masyarakat. Kita harap dapat langsung kerja dan bisa lanjut S2," pesannya.

Khususnya program profesi Ners, lanjut dia, untuk wilayah Sulawesi Tenggara di setiap rumah sakit ataupun puskesmas masih kekurangan profesi Ners, maka aka nada peluang untuk mendapatkan pekerjaan disana, untuk mengisi kekosongan profesi Ners dan secepatnya melakukan Ujian Kompetensi Perawat untuk mendapatkan sertifikat Surat Tanda Registrasi (STR), sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.

Untuk ujian kompetensi, tambah dia, kebanyakan masalah kasus yang didapatkan dari masyarakat di jadikan sebagai bekal keilmuannya untuk menghadapi ujian kompetensi nantinya. Kebanyakan bimbingan yang dilakukan di masyarakat.

"Dalam rangka untuk dapat bekerja di rumah sakit atau puskesmas, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan profesi Ners untuk memiliki sertifikat STR," imbuhnya. (p9/b/alp)

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB