pendidikan

STIKES MW Kendari Launching Program Magister Kesmas

Selasa, 4 Oktober 2016 | 18:11 WIB
Suasana launching program magister kesmas, dirangkaikan seminar nasion

-
Suasana launching program magister kesmas, dirangkaikan seminar nasion

KENDARI, RSONLINE – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya (STIKES MW) Kendari launching Program Migister S2 Jurusan Kesehatan Masyarakat, yang dirangkaikan seminar nasional, bertempat di Aula Hotel Zahra Kendari, Senin (3/10).

Dalam kegiatan tersebut, STIKES MW Kendari mengangkat tema “Tantangan Globalisasi Pendidikan Menuju Kampus Mandala Waluya yang Berdaya Saing dengan Alumni yang kompetitif", dengan harapan agar mampu menumbuhkan jiwa yang tangguh menghadapi kehidupan nyata di luar kampus nantinya.

Pada launching Program Magister Kesehatan Masyarakat ini, turut hadir Prof Dr Ir Andi Niartiningsih selaku Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi, Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar, dan Pakar Kesehatan Masyarakat Univierstas Hasanuddin Makasar.

Ketua Stikes MW Kendari, H M Idrus M Kes, mengucapkan selamat datang kepada seluruh narasumber, sekaligus berharap agar para pakar yang berkompeten dibidangnya tersebut, mampu memberikan nilai positif demi kemajuan pendidikan yang berdaya saing, serta bisa menjawab tantangan globalisasi pendidikan kedepannya.

Prof Dr Ir Andi Niartiningsih, Koordinator Kopertis Wilayah IX Sulawesi mengakui jika untuk memajukan atau meningkatkan akreditasi kampus itu tidak mudah, sebab dibutuhkan upaya-upaya yang kemudian harus dilakukan untuk dapat meningkatkannya.

Seperti, lanjutnya, memberikan bimbingan teknis untuk penyusunan boran, kedua megupayakan jaminan mutu secara berkesinambungan, serta Sarana dan Prasarana harus sesuai standar yang ditentukan oleh Badan Asesor Nasioanal (BAN).

Dia menerangkan, Standar Nasional Pendidikan Tinggi ada tiga kriteria. Pertama, harus dipenuhi oleh setiap Perguruan Tinggi untuk mewujudkan Pendidikan Nasional, kedua, dapat dijadikan dasar untuk pemberian izin pendirian Perguruan Tinggi dan izin pembukaan prodi, ketiga dapat dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran berdasarkan kurikulum.

“Harapannya bahwa semua perguruan tinggi tetap mempertahankan mutu pendidikiannya, mutu itu bukan hanya sesaat tapi secara berkesinambungan, mutu menjaga dari kualitas dosennya, proses akademiknya, sarana dan prasarana pendukung harusnya tidak dilupakan, supaya mahasiswa bisa mendaptkan kompetensi sesuai dengan yang diinginkan. Sehingga ketika mereka keluar dari Perguruan Tinggi menjadi seorang sarjana atau magister setidaknya capaian pembelajarannya dia bisa dapatkan” pesannya. (p9/b/put)

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB