pendidikan

Kurikulum SMK di Kendari Akan Berubah

Selasa, 27 September 2016 | 08:59 WIB

-
Kepala Diknasbud Kota Kendari, Makmur (HERDY SUPARMANTO/Rakyat Sultra)

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kini menggodok perubahan kurikulum SMK. Tak terkecuali di Kota Kendari.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Makmur, mengatakan, meski belum menerima surat edaran dari kementerian, tetapi menurutnya perubahan kurikulum tersebut akan sangat positif terhadap kebutuhan siswa.

Menurut dia, perubahan kurikulum bukan berdasarkan kemauan sendiri. Perubahan kurikulum tersebut adalah sebagai sebuah tuntutan maupun kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Karena itu, yang harus dikedepankan dalam perubahan kurikulum itu adalah alur berpikir.

"Sangat bagus sekali perubahan yang diusulkan oleh pemerintah, sehingga nantinya keterampilan anak-anak yang lulusan SMK lebih aplikatif karena mereka sudah banyak praktek dan ketika keluar mereka bisa langsung kerja," ungkapnya, Senin (26/9).

Menurut dia, siswa harus lebih diberi kesempatan yang lebih luas untuk melakukan kegiatan.

"SMK itu "life skill " artinya ketika mereka keluar, mereka bisa. Melatih anak-anak menjadi terdidik, setelah tamat mereka langsung bisa kerja, sesuai dengan semboyan mereka "SMK BISA"," katanya.

Makmur menjelaskan, selama ini untuk anak SMK masih menggunakan kurikulum dimana 60 persen praktek dan 40 persen teori.

"Akan lebih bagus jika 70 persen praktek dan 30 persen teori. Lebih memberi kesempatan yang luas untuk anak-anak mengaplikasikan keahliannya. Usulnya lebih baik jika kelas tiga ujiannya tidak perlu mengikulti ujian nasional, mereka bisa langsung membuat proyek. Contohnya untuk jurusan arsitek, harapannya mereka langsung bisa membuat gambar proyek, misalnya proyek Jembatan Bahteramas kah atau yang lain," pendapatnya.

Harapannya, lulusan SMK ketika lulus bisa bekerja dengan menggunakan skill atau keterampilan yang didapatkan di sekolah. Bagi dia, SMK melatih anak-anak muda terdidik dan terampil.

Melalui perubahan kurikulum yang direncanakan diharapkan nantinya siswa tamatan SMK benar-benar menguasai kompetensi keahliannya. Lalu, dapat bekerja sesuai keinginannya dan tentu juga dapat bekerja secara mandiri. (*/b)

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB