pendidikan

Dua Sekolah Terapkan Full Day School

Jumat, 12 Agustus 2016 | 10:21 WIB

Namun, sekolah itu juga sangat memperhatikan makanan dan kesehatan bagi para siswa. Makanya, pihak sekolah dan Puskesmas Lepo-lepo menjalin kerjasama untuk melayani dan memeriksa kesehatan siswa. Mengenai makanan setiap hari siswa SMP IT selalu disuguhkan makan yang sudah ditakar gizinya sehingga siswa tidak sembarang makan yang tidak punya nilai gizi.

Sementara, Sekertaris Yayasan Ummusshabri Kendari Muh Anwar mengatakan, penerapan Full Day School sudah dilakukan sejak tahun 2008.

“Ummusshabri menggagas Ful Day School itu aktifnya 2009 diberlakukan dari semua tingkatan kelas. Kosekuensi dari Full Day School kami mewujudkan penambahan jam pelajaran kemudian merancang kegiatan ekstrakurikuler,” terangnya.

Kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan lebih banyak. Apalagi didukung dengan siswa yang begitu banyak. Misalnya, bela diri, seni, olahraga, dan kegiatan ibadah. Untuk beban belajar mengacu pada kurikulum nasional dengan mengkomunikasi kurikulum kementerian agama.

Sebenarnya, penerapan Full Day School pada sekolah agama sudah terlihat pada jam belajar dalam satu minggu mencapai 51 jam. Artinya, rata-rata siswa pulang sekolah usai waktu salat Ashar.

Dia menyarankan, sebaiknya bagi sekolah-sekolah yang akan menerapkan Full Day School nanti harus memiliki desain pengaturan jam mengajar. Pasalnya, pembelajaran yang kan menjadi hambatan selain sarana dan prasarana yang juga harus mendukung . (cr3-p4/b/din)

Halaman:

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB