pendidikan

Dua Sekolah Terapkan Full Day School

Jumat, 12 Agustus 2016 | 10:21 WIB

 

 

KENDARI – Meski Full Day School atau sekolah sehari penuh yang diwacanakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy belum diterapkan, namun dua sekolah di Kota Kendari sejak lama menerapkan sistem sekolah sehari penuh itu. Kedua sekolah itu adalah Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) dan Yayasan Ummusshabri Kendari.

Saat ini, SMPIT sudah memasuki tahun ketiga menyelenggarakan Full Day School. Hasilnya pun cukup baik. Saat ini, ada beberapa siswa yang sudah bias menghafal empat juz Alquran.

Kepala Sekolah SMP IT, Wa Ode Nur Hafiah menyambut positif wacana Mendikbud menerapkan Full Day School. Secara garis besar alumni FKIP UHO ini merinci sekolah yang menerapkan Full Day School sama sekali tidak memiliki perbedaan dari sisi mata pelajaran. Hanya saja, setiap mata pelajaran yang ada di SMP IT disisipkan nilai-nilai akhlak.

Nur mengungkapkan, SMP IT pada tahun pertama hanya memiliki 24 murid. Namun perkembangannya begitu pesat dan saat ini sudah memiliki 148 murid. Bahkan peminat SMP IT dari tahun ke tahun semakin meningkat. Itu dibuktikan saat penerimaan siswa baru. Sekolah itu tidak bisa mengakomodir semua siswa yang mendaftar karena daya tampung.

Perbedaan yang paling mendasar, kata Nur, dari sisi fasilitas dan pembentukan watak siswa. Fasilitas yang memadai memang disiapkan oleh sekolah seperti pembinaan minat dan bakat. Di SMPIT pembinaan bakat misalnya seni, ada kelas sastra arab, inggris, kempo, pembelajaran sains.

Menurut dia, hal yang paling diperhatikan di sekolah itu adalah soal pembentukkan watak. Pada pukul 09.00 Wita, para siswa keluar untuk salat duha. Setelah itu mereka langsung menyetor hafalan Alquran minimal enam baris perhari.

Halaman:

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB