pendidikan

Tim Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO (PKMI-UHO) Dampingi Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari

Kamis, 7 November 2024 | 10:27 WIB
Tim Pengabdian dari UHO bersama Ka Lapas Perempuan Kelas III Kendari.

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Internal Universitas Halu Oleo (PKMI-UHO) mengangkat judul Pemenuhan Hak Asasi Manusia Dalam Pemberdayaan Perempuan Binaan Melalui Pelatihan Olahan Ikan Tuna di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Perempuan Kelas III Kendari.

Tim PKMI-UHO memberikan pelatihan warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari, 2 November 2024.  Kegiatan pelatihan yang dilakukan bagi warga binaan perempuan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi warga binaan Lapas Perempuan dalam mengolah bakso ikan dan otak-otak berbahan dasar ikan tuna dan sagu. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Halu Oleo yang terdiri atas para dosen sebanyak 6 orang dan mahasiswa. Tim diketuai oleh Dr. Rosmawati, S.Pi., M.Si  dengan anggota Prof Dr. Asriyana, S.Pi. M.Si, Dr. Roslindah Daeng Siang, S.Pi., M.Si, Dr. Irdam Riani, S.Pi., M.Si, Wa Ode Piliana, S.Pi, M.Si, dan Ruwiah, S.P, M.Kes.

Pembuatan Otak-otak Ikan.

Dalam sesi pengabdian ini, warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari diberikan penjelasan dan pelatihan olahan bakso ikan dan otak-otak ikan dengan berbahan dasar ikan tuna dan sagu.

“Olahan bakso dan otak-otak ikan dengan bahan dasar dari ikan tuna dan sagu dengan alasan bahwa ikan tuna di Sulawesi Tenggara mudah diperoleh dengan harga terjangkau. Selain itu sagu merupakan salah satu bahan makanan pangan lokal Kendari. Tim PKMI berharap setelah warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari kembali ke masyarakat dapat membuka usaha sendiri dengan keterampilan yang diperoleh selama menjadi warga binaan," jelas Dr. Rosmawati, S.Pi., M.Si selaku Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo.

Pembauatan bakso ikan.

Selama pelatihan, warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari diberikan panduan mengenai teknik pengolahan, perpaduan rasa, dan cara penyajian yang menarik. Para peserta kegiatan menujukkan antusiasme dengan ikut praktik langsung. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan pengabdian ini. Ini bukan hanya memberikan pengetahuan baru kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari, tetapi juga menginspirasi mereka untuk menciptakan olahan bakso dan otak-otak dari ikan tuna," ujar Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kendari Rina Setiari, A.Md, IP, SH yang menyambut baik kedatangan Tim Pengabdian dan berharap agar kegiatan ini seperti ini dapat terus dilakukan di Lapas.

Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam olahan ikan.  Melalui pemanfaatan sumber daya alam yang ada seperti ikan tuna dan sagu, warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Kendari semakin mampu menciptakan produk-produk kreatif dan bernilai gizi tinggi. 

Foto bersama warga binaan.

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB