pendidikan

Tim Dosen Kewirausahaan UMW Kendari Beri Pelatihan & Pendampingan Isteri Nelayan Buat Nugget Ikan

Jumat, 13 September 2024 | 14:14 WIB
Foto bersama kegiatan pengabdian masyarakat dari tim LPPM UMW Kendari bersama warga Desa Tapulaga, Soropia, Konawe.

KENDARI, rakyatsultra.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Mandala Waluya (UMW) Kendari melalui Program Studi (Prodi) Kewirausahaan Fakultas Ilmu Sosial dan Kewirausahaan kembali mengelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat. 

Kegiatan itu berupa pelatihan dan pendampingan kepada isteri-isteri nelayan atas pemanfaatan hasil perikanan menjadi produk Nugget Ikan Kemasan, dalam menunjang mata pencaharian isteri nelayan, di wilayah pesisir Pantai Tapulaga, Soropia, Kabupaten Konawe.

Pelatihan diselenggarakan tim dosen kewirausahaan dipimpin Sunita Firdayana sebagai ketua, dan Ahsan Qasas, Eka Dharma Putra sebagai anggota, bersama beberapa mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, berlangsung 1-14 September 2024. 

Sebagai desa bahari, dimana masyarakatnya lebih banyak bermata pencaharian sebagai nelayan tangkap, tim dosen Kewirausahaan UMW Kendari sebagai pelaksana kegiatan terlebih dahulu memfasilitasi masyarakat, mengkomunikasikan tujuan kegiatan, agenda kegiatan, lokasi pelaksanaan dan memberi masukan, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan setempat.

Dari hasil itu diketahui keinginan masyarakat, lebih membutuhkan kemampuan dalam mengelola hasil-hasil laut terutama ikan yang sangat melimpah di desanya. 

 

Suasana pembuatan produk nagget ikan oleh tim LPPM UMW Kendari bersama ibu-ibu warga Desa Tapulaga, Konawe.

Sebab, selama ini, masyarakat ketika mendapatkan hasil tangkapan ikan utuh langsung dijual ke pasar atau dijajakan ke masyarakat. Sementara, cukup banyak produk olahan dari ikan utuh yang bisa dibuat, untuk mendapatkan tambahan penghasilan. 

Olehnya itu, metode atau solusi yang ditawarkan dari tim pelaksana yakni memberikan pelatihan kepada isteri-isteri nelayan, agar memiliki kemampuan dalam mengolah hasil tangkapan ikan menjadi produk-produk olahan dan menciptakan bisnis rumahan atau home industri. 

Pascapelatihan isteri-isteri nelayan diharapkan mampu meningkatkan income keluarga melalui bisnis rumahan yang dikelola sendiri atau melalui bantuan pihak lain, termasuk dengan memanfaatkan digital marketing sederhana. 

Ketua tim Sunita Firdayana menuturkan, metode pelatihan sering digunakan untuk pemberdayaan, dengan keterlibatan masyarakat dalam mobilisasi pengetahuan (iptek), sehingga menjadi tolak ukur kemampuan masyarakat menyerap pengetahuan yang diberikan. 

Metode ini dilaksanakan melalui beberapa teknik pendampingan yaitu ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi dan praktik langsung. Pertemuan secara tatap muka langsung dengan mitra. “Kita berikan pelatihan bagaimana mengolah Ikan Tuna menjadi Nugget Ikan yang siap jual,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Yanti (42) menuturkan, dirinya sangat terbantu dengan adanya pelantihan yang digelar tim dosen UMW Kendari, sebab dirinya kini sudah bisa membuat Nugget Ikan untuk dipasarkan. 

“Kami sangat terbantu dengan pelatihan ini, saya bisa membuat Nugget Ikan untuk dijual sehingga dapat menambah penghasilan saya sebagai isteri nelayan,” ujarnya. 

Halaman:

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB