pendidikan

Dosen UHO Dukung Penerapan Hidroponik Bertenaga Surya Terintegrasi Internet of Things dan Pemasaran Online untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Hidro

Senin, 9 September 2024 | 10:03 WIB

 

DALAM upaya untuk memajukan teknologi pertanian dan meningkatkan efisiensi pertanian hidroponik, TIM Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Universitas Halu Oleo (UHO) menyatakan dukungannya terhadap penerapan sistem hidroponik bertenaga surya yang terintegrasi dengan Internet of Things (IoT) dan pemasaran online. Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman hidroponik, sekaligus menurunkan biaya energi dan memperbaiki sistem pemantauan serta otomatisasi dalam manajemen pertumbuhan tanaman. Hidroponik, sebagai metode pertanian yang menggunakan air sebagai media tanam tanpa tanah, telah menjadi semakin populer di Indonesia. Namun, tantangan dalam hal biaya energi dan pemantauan lingkungan sering menjadi hambatan bagi para petani hidroponik. Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan energi surya dan teknologi IoT memberikan solusi yang berkelanjutan dan efisien.

Sebagai bentuk pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi tersebut maka TIM Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Halu Oleo melaksanakan Kegiatan dengan tema “Penerapan Hidroponik Bertenaga Surya Terintegrasi Internet of Things (IoT) dan Pemasaran Online untuk Meningkatkan Produksi Tanaman Hidroponi. Kegiatan tersebut merupakan Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemdikbudristek. Kegiatan PKM dilaksanakan pada hari Senin - Selasa Tanggal 19 - 20 Agustus 2024 pada Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian dan lokasi mitra yakni UMKM “Rumah Bali Hidroponik yang pemiliknya bernama bapak I Gusti Made Dwiadnya dengan nomor indukberusaha: 0712230086265. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pelaku usaha, masyarakat setempat, mahasiswa, serta bersama Tim PKM yakni Ketua TIM - Dr. Dhian Herdhiansyah, SPd, MP (Fakultas Pertanian - Universitas Halu Oleo Kendari), Anggota TIM Dr. Asriani, SP.,M.Sc (Fakultas Pertanian - Universitas Muhammadiyah Kendari), dan Ld. Fid Aksara, S.Kom. M.Kom (Fakultas Teknik - Universitas Halu Oleo Kendari), dan serta melibatkan 3 (tiga) mahasiswa sebagai anggota Tim Hibah PKM Universitas Halu Oleo dalam mendukung Kebijakan Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Integrasi antara teknologi IoT dengan sistem hidroponik dapat membantu pemantauan kondisi tanaman secara real-time, seperti suhu, kelembaban, dan kualitas air. Data yang diperoleh dari sensor-sensor IoT ini kemudian diolah dan digunakan untuk mengoptimalkan perawatan tanaman, sehingga dapat memastikan kondisi pertumbuhan yang ideal sepanjang waktu. Selain meningkatkan produktivitas, penggunaan tenaga surya pada sistem hidroponik juga memberikan manfaat ekonomi yang signifikan. Dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan seperti matahari, para petani dapat mengurangi ketergantungan mereka pada listrik konvensional yang biayanya semakin meningkat. "Penggunaan energi surya dalam sistem hidroponik tidak hanya mengurangi biaya operasional, tetapi juga membantu mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan," ujar Dr. Dhian Herdhiansyah, MP.

Seiring dengan kemajuan teknologi pertanian, pemanfaatan pemasaran online menjadi salah satu faktor kunci dalam memperluas akses pasar bagi para petani. Melalui platform seperti Facebook Marketplace, petani hidroponik dapat memasarkan produk mereka secara lebih luas, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional. Dengan cara ini, peluang ekonomi bagi para petani hidroponik di wilayah Kendari dan sekitarnya diproyeksikan akan meningkat pesat. Pentingnya sinergi antara teknologi dan pemasaran untuk membantu petani beradaptasi dengan tantangan zaman modern. "Saat ini, petani tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada bagaimana cara memasarkan produk mereka secara efektif. Penggunaan platform digital dan media sosial merupakan langkah penting dalam mengatasi tantangan distribusi dan menjangkau konsumen yang lebih luas," ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Dhian Herdhiansyah, SPd, MP juga menyoroti bahwa penggunaan teknologi IoT memungkinkan pemantauan yang lebih akurat terhadap lingkungan tumbuh tanaman. Hal ini dapat membantu mencegah masalah seperti kekurangan air atau nutrisi, yang dapat berdampak negatif pada kualitas hasil panen. Dengan pemantauan yang lebih akurat, kita dapat mengurangi resiko kerugian akibat kesalahan dalam perawatan tanaman. Teknologi ini memberikan data yang akurat dan dapat diandalkan," tambahnya.

Selain itu, teknologi otomatisasi yang dikembangkan melalui IoT memungkinkan para petani untuk mengontrol sistem hidroponik mereka dari jarak jauh. Dengan menggunakan smartphone atau komputer, mereka dapat menyesuaikan pengaturan suhu, pencahayaan, dan pengairan secara otomatis sesuai dengan kebutuhan tanaman. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi waktu dan tenaga yang dibutuhkan dalam proses perawatan tanaman. Penggunaan teknologi hidroponik bertenaga surya yang terintegrasi dengan IoT dapat memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan pangan di masa depan. Dengan meningkatnya populasi dan berkurangnya lahan pertanian, hidroponik menawarkan solusi yang praktis dan efisien untuk memproduksi makanan dalam ruang terbatas. "Ini adalah masa depan pertanian. Dengan teknologi ini, kita dapat menanam lebih banyak tanaman dengan sumber daya yang lebih sedikit, sehingga membantu memastikan ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.

Ia juga mengajak para mahasiswa dan akademisi di Universitas Halu Oleo untuk aktif berpartisipasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi hidroponik ini. Dengan keterlibatan akademisi, diharapkan dapat dihasilkan inovasi-inovasi baru yang mampu menyempurnakan sistem ini serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian di Indonesia.

Pada akhirnya, penerapan hidroponik bertenaga surya yang terintegrasi dengan IoT dan pemasaran online diharapkan dapat menjadi model pertanian modern yang dapat diterapkan tidak hanya di Sulawesi Tenggara, tetapi juga di seluruh Indonesia. Teknologi ini menawarkan solusi berkelanjutan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya yang semakin mendesak.

Dengan semakin banyaknya dukungan dari berbagai pihak, baik dari akademisi, pemerintah, maupun sektor swasta, masa depan hidroponik di Indonesia tampaknya cerah. Teknologi ini tidak hanya akan meningkatkan produksi tanaman, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan. Dalam beberapa tahun ke depan, saya optimis bahwa hidroponik akan menjadi bagian penting dari strategi ketahanan pangan nasional kita," tutur Dr. Dhian Herdhiansyah, MP.

Penerapan inovasi ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam transformasi pertanian di Indonesia menuju era digital dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang baik antara teknologi dan pertanian, harapan untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus melestarikan lingkungan semakin dekat untuk diwujudkan.

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB