KENDARI, rakyatsultra.id - Bulan Februari nanti akan menjadi pesta demokrasi. Masa depan bangsa dan negara pada lima tahun kedepan akan ditentukan oleh siapa pemimpin yang dipilih nanti. Generasi muda saat ini menjadi bagian penting dalam Pemilu tahun ini khususnya para siswa. Untuk itu, pihaknya Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Kendari menghimbau para muridnya untuk memanfaatkan hak pilihnya dengan sebaik mungkin.
Kepala SMKN 1 Kendari Ali Koua mengatakan, memasuki Pemilu serentak 2024 dimana di dalamnya juga melibatkan para siswa kelas XII. Olehnya itu mereka dihimbau agar menggunakan hak pilihnya dengan baik serta bijak dan jangan tergiur dengan uang. Jangan memilih pemimpin karena dibayar, tapi pilihlah karena gagasan dan kebijakannya, kerena nasib daerah dan bangsa untuk lima tahu kedepan itu bergantung pada pilihan yang dibuat.
"Memasuki Pemilu serentak ini khususnya para siswa kelas 3 kita himbau agar mereka tidak tergiur dengan uang. Marilah kita memilih sesuai dengan hati nurani dengan melihat kompetensi orang-orang yang kita pilih. Karena Ketika kita memilih secara objektif maka akan menghasilkan orang-orang yang memiliki sumber daya yang bagus untuk mengelola daerah bangsa dan negara ini," ujarnya.
Ia juga mengatakan, sebelumnya dari pihak Kamisi Pemilihan Umum (KPU) juga telah berkunjung ke SMKN 1 Kendari untuk melakukan sosialisasi tentang Pemilu kepada para siswa yang menjadi pemili pemula. Untuk itu, pihak sekolah melanjutkan apa yang disampaikan oleh KPU dimana harapannya para siswa itu tidak ada yang golput dan manfaatkan hak pilihnya tersebut karena arah pembangunan ke depan ini akan ditentukan oleh pemilihan ke depan termasuk para siswa di dalamnya.
"Untuk itu, para pelajar yang merupakan bagian dari Generasi Milenial dan Generasi Z menggunakan hak pilihnya dengan baik dan cermat serta menjadi pemilih yang bijak. Pemilih Pemula ini didominasi oleh Generasi Milenial dan Generasi Z yang saat ini menjadi pelajar. Maksimalkan kesempatan ini dengan baik untuk memilih pemimpin yang terbaik di masa mendatang," ujarnya.
Ali Koua juga meminta kepada seluruh komponen yang ada SMKN 1 Kendari baik siswa dan guru-guru untuk bersama-sama menciptakan pemilu yang damai yang berintegritas dan menjaga kondensasifitas daerah dengan menghargai perbedaan pilihan dan jangan memaksakan kepada satu pilihan.
"Di SMKN 1 Kendari jumlah siswa kelas XII itu ada sekitar 457 dan mereka sudah wajib pilih. Kami berpesan agar para pelajar menggunakan hak pilihnya dengan baik dan bijak tanpa intervensi dari menapun. Selain itu, saya harapkan juga para siswa mampu membentengi diri sehingga tidak berhubungan dengan politik uang (money politic). Jangan sampai money politic menjadi bahaya yang menyebabkan kehancuran dalam berjalannya pemerintahan," tuturnya. RS