KENDARI, rakyatsultra.id - Menyambut Dies Natalis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ke 9 Tahun Universitas Halu Oleo (UHO), FIB menggelar kompetisi ilmiah, seni, dan budaya tingkat nasional dengan tema Lestari Budaya FIB Berkarya, UHO Bersatu, Indonesia Maju yang dilaksanakan dari tanggal 25-26 Oktober.
Rektor UHO yang diwakili oleh Wakil Rektor III Dr Nur Arfah memberikan apresiasi kepada Fakultas Ilmu Budaya karna konsisten dalam melaksanakan event-event seperti itu. Ia menginginkan agar fakultas yang lain bisa meniru apa yang dilakukan oleh FIB.
"Memang sebagian fakultas juga melaksanakan hal seperti ini tetapi belum semua fakultas menjalankannya. Untuk itu kita berharap fakultas yang lain juga bisa melaksanakan event-event seperti ini dalam rangka mendorong dan kembangkan bakat yang dimiliki oleh para mahasiswa," tuturnya.
Ia juga berharap, melalui kegiatan dies natalis yang dilakukan oleh FIB, mahasiswa bisa memaksimalkan kemampuannya untuk berkompetisi, karena hal tersebut sebagai ajang bagi pihaknya untuk menyeleksi diri pada pekan ilmiah nasional yang akan dilaksanakan di Bandung.
"Saya berharap melalui event-ikan seperti ini bisa membantu kita melahirkan talenta muda yang menyongsong kemajuan prestasi pada mahasiswa baik di bidang akademik maupun non akademik," harapnya.
Sementara itu, Dekan FIB UHO Dr Akhmad Marhadi SSos MSi mengatakan, kegiatan tersebut setiap tahun dilakukan dengan tujuan untuk merefleksi sejauh mana kegiatan dibidang akademik. Selain itu, dalam Dies Natalis ke-9 FIB, pihaknya menggelar kompetensi Ilmiah, seni dan budaya tingkat nasional. Ia berharap dengan kegiatan Dies Natalis itu, mahasiswa bisa mengeluarkan bakat-bakat mereka dalam bidang seni sastra dan budaya.
"Dalam kegiatan dies natalis ini, kami akan memberikan reward kepada mahasiswa yang telah menorehkan prestasi di tahun belakangan ini. Jadi kita akan memberikan piagam penghargaan dan uang binaan kepada mahasiswa. Ini merupakan bentuk apresiasi kami, agar mahasiswa terus bersemangat untuk terus meningkatkan prestasinya," tuturnya.
Sambungnya, selain itu, kompetensi dosen terus genjot setiap tahun dan direfleksi lewat acara-acara seperti ini. Sehingga even itu menjadi refleksi setiap tahunnya yang dikerjakan dalam rangka mencapai visi misi dan indikator kinerja utama yang bisa memberikan kontribusi buat universitas.
"Saya berharap dengan kegiatan disnatalis ini mahasiswa bisa mengeluarkan bakat-bakat mereka dalam bidang seni, sastra dan budaya. Dengan adanya kegiatan seni seperti ini bisa dijadikan ajang untuk bawa kegiatan dan demonstrasi dan anarkis itu sangat tidak penting lagi yang penting adalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya edukatif," tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua panitia La Janu SSos MSi menuturkan, kompetisi tersebyt merupakan wujud gelar karya, minat, dan kreativitas pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Kota Kendari dan mahasiswa Indonesia. Berbagai kompetisi tersebut bagi menjadi 2 kategori, yaitu lomba tingkat nasional terdiri dari 3 tangkai lomba yaitu cipta puisi, cipta pantun, dan Lomba Karya Tulis ilmiah (LKTI), dan lomba tingkat regional dan lingkup internal FIB yang terdiri dari 4 tangkai lomba yaitu vocal group, video, poster, dan lomba masakan tradisional.
"Perlu kami laporkan bahwa untuk peserta lomba tingkat nasional, hingga batas cut off tanggal 21 Oktober yang lalu, cipta puisi 66 orang, cipta pantun 24 orang, dan LKTI 36 orang. Peserta pada kategori ini berasal dari beberapa universitas besar di Indonesia. Selain untuk menumbuhkan motivasi mahasiswa dalam berkarya sesuai dengan minat dan kompetensinya, kompetisi ini juga
diharapkan dapat menambah deretan
prestasi nasional mahasiswa FIB UHO tahun 2023," ujarnya. RS