Jumat, 28 Agustus 2026

Viral Siswa SMP yang Merokok di Subang Tak Bisa Perkalian Dasar, 1.000 kali 5 Dijawab 7.000

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 11 November 2025 | 09:39 WIB
Gubernur Jawa BArat dedi Mulyadi mengetes kemampuan perkalian dasar siswa kelas 2 SMP di Subang, Jawa Barat. (Instagram @dedimulyadi71)
Gubernur Jawa BArat dedi Mulyadi mengetes kemampuan perkalian dasar siswa kelas 2 SMP di Subang, Jawa Barat. (Instagram @dedimulyadi71)

Jakarta, Rakyatsultra.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM mengkritisi lemahnya pemahaman matematika dasar anak SMP di Subang, Jawa Barat.

Hal itu ia ungkapkan usai mengecek langsung hitungan perkalian dasar pada salah seorang siswa kelas 2 SMP di Subang. 

Mulanya, KDM menanyakan seorang siswa yang terlihat sudah merokok meski masih SMP. Ia kemudian meminta siswa itu jujur sehari merokok berapa batang. 

"Lima batang," ucap siswa tersebut tanpa bisa mengelak, dikutip dari Instagram Dedi Mulyadi, Senin (10/11).

 

Setelah itu, KDM pun melanjutkan pertanyaannya dengan mengetes hitungan matematika dasar siswa tersebut dengan menanyakan harga rokok per batang yang diisapnya.

Siswa itu menuturkan bahwa rokok yang dibelinya tiap batang berharga Rp 1.500. "Rp 1.500 kali lima berapa?" tanya Dedi. Dengan gugup, siswa itu menjawab keliru, yakni Rp 8.000. padahal harusnya Rp 7.500.

Mantan Bupati Purwakarta itu pun mencecar dengan pertanyaan lebih mudah. "1000 kali 5 berapa?" tanyanya. "7000," jawab siswa itu lagi-lagi dengan jawaban salah.

Menanggapi itu, Dedi langsung memperingatkan para guru sekolah tersebut agar lebih memperhatikan siswanya. "Kepada para guru, SMP matematika dasarnya lemah!" tegasnya.

"Itu pelajaran SD kelas 4," lanjut KDM. Ia meminta agar para guru tak mengajar dengan hanya fokus mengejar kurikulum, tetapi mengikuti dasar kemampuan siswa.

"Terlalu high class, ke digital, teknologi informasi, padahal Anda masuk kerja yang diuji adalah matematika dasar. Dan hampir rata-rata di Jawa Barat orang nggak lulus masuk industri otomotif itu, rata-rata tes matematika dasarnya tidak lulus," pungkas Dedi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB

Terpopuler

X