Jumat, 28 Agustus 2026

Sekda Kota Kendari: Kalau Ada Jual Beli Jabatan Kepsek, Kita Serahkan Inspektorat Turun Memeriksa

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Sabtu, 15 Januari 2022 | 14:54 WIB
  Salah satu SD di Kota Kendari.   KENDARI - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Hj Nahwa Umar angkat bicara terkait pemberitaan salah satu media online terkait dugaan adanya oknum yang melakukan jual beli jabatan kepala sekolah di Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari. Nahwa memastikan pihaknya bakal terlebih dahulu melakukan pemeriksaan apakah betul terjadi dugaan jual beli jabatan kepala sekolah dijajarannya ataukah tidak. "Kalau baru isu begitu ya kita suruh periksa aja. Nanti saya dikasi identitasnya sekolah apa supaya kita turun periksa kan. Kalau diperiksa ternyata betul adanya suruh kembalikan. Kembalikan ya bisa saja kemudian ditindaklanjuti lebih jauh, karena kita sudah cukup mengantarkan mereka (ASN) untuk tidak berbuat hal-hal yang tidak sesuai dengan aturan. Kalau masih lakukan ya dia sudah tahu risikonya yang akan terjadi. Kan begitu," ujar Nahwa saat dihubungi awak media via telepon, Sabtu (15/1/2022). Jenderal ASN lingkup Kota Kendari ini mengungkapkan bahwa pihaknya sejauh ini berkomitmen untuk memberantas praktik pungutan liar. "Tunjuk saja dia menyetornya ke siapa begitu. Kalau memang benar valid informasinya, ya kita serahkan Inspektorat turun memeriksa. Makanya sebagai media kalau memang itu bisa ditunjukkan bukti-bukti ya kita tindak lanjuti. Kalau memang betul ada bukti silahkan, kami tunggu informasinya supaya tidak terulang lagi. Artinya, jangan anggap remeh, kalau kita ingin berantas, berantas betul sampai ke akar-akarnya. Selama buktinya valid ya kita terima kasih banyak tolong sampaikan ke saya," tegas Nahwa. Sementara itu, saat ditanya wartawan terkait langkah yang akan diambil terkait dugaan jual beli jabatan kepala sekokah ini, Kadis Dikmudora Kota Kendari Makmur mengatakan pihaknya bakal menjelaskan terlebih dahulu prosedur penunjukan seorang kepala sekolah. Termasuk, sambung Makmur, mencari tahu apakah memang ada kepala sekolah atau guru yang mengeluarkan pernyataan tersebut. "Menjelaskan dulu prosedur dan mekanisme penunjukan KS lingkup Dikmudora, mencari tahu apakah memang ada KS atau guru yang mengeluarkan pernyataan seperti itu," tulis Makmur melalui pesan WhatsApp nya Sebelumnya, dalam pemberitaan salah satu media online, ada seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya mengaku ada oknum yang melakukan jual beli jabatan kepala sekolah Dinas Dikmudora. (r6/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB

Terpopuler

X