Rektor Unsultra, Prof. Dr. H. Andi Bahrun dan Kepala Pondok Pesantren Shohibul Qur'an, Ir. Sudin Empa bersama para peserta pelatihan pembuatan tepung ubi kayu atau tapioka.
KENDARI - Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengimplementasikan program penelitian Merdeka Belajar, Kampus Merdeka, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan penelitian Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Unsultra melakukan kegiatan pengabdian masyarakat penanganan kumuh berbasis pemberdayaan masyarakat di Pondok Pesantren Shohibul Qur'an, Kelurahan Punggolaka, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sabtu (25/12/2021).
Program ini bertujuan meningkatkan kualitas kesejaterah masyarakat dan melakukan pembenahan serta penataan di daerah kumuh.
Untuk meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat, Unsultra melakukan pelatihan pembuatan tepung ubi kayu (tapioka) sebagai pengganti tepung terigu kepada masyarakat di lingkungan pesantren Shohibul Qur'an.
Rektor Unsultra, Prof. Dr. H. Andi Bahrun mengungkapkan, program pengabdian ini merupakan hilirisasi atau tindak lanjut dari hasil-hasil penelitian yang ada dengan kegiatan penanganan kumuh berbasis masyarakat di Kelurahan Punggolaka, Kota Kendari.
Di daerah kumuh sebagian ekonomi masyarakat masih rendah namun ada potensi yang bisa dikembangkan seperti di pesantren saat ini yaitu ubi kayu.
Guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, salah satunya adalah dengan meningkatkan nilai tambah ubi kayu yang diolah menjadi tepung serta memiliki nilai jual tinggi.
Selain itu pihaknya telah bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo untuk membantu pelatihan ini dalam mengembangkan pembuatan tepung ubi kayu sebagai pengganti terigu dan dibantu oleh dosen dari program studi Teknologi Hasil Pertanian Usultra untuk membuat kue-kue dari produk yang dihasilkan.
"Harapan saya dengan kegiatan ini warga pesantren dan masyarakat sekitar pesantren semakin tambah semangat, kemudian ubi kayu yang dihasilkan nilai tambah nya semakin meningkat. Selain itu, ibu-Ibu memiliki keterampilan dan bisa membuka usaha pembuatan kue berbahan dasar tepung ubi kayu. Begitu juga dengan usaha kuliner dan segala variannya bisa berkembang di sini," harapnya.
Prof Bahrun menerangkan, pengabdian ini bisa terlaksana berkat adanya reward atau insentif yang diberikan oleh Kemedikbudrisetdikti kepada Unsultra kerena dinilai memiliki indeks kinerja utama perguruan tinggi dan kinerja penelitian serta pengabdian kepada masyarakat yang baik. Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan saja tetapi banyak kegiatan-kegiatan lainnya yang berbasis penanganan daerah kumuh.
"Ada dua mitra tempat kegiatan pengabdian masyarakat penanganan kumuh berbasis pemberdayaan masyarakat yang pertama di Pesantren Shohibul Qur'an dan di Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Punggolaka. Di daerah kumuh itu banyak sekali persoalan seperti banyaknya sampah, masyarakatnya tidak membuang sampah pada tempatnya, tidak ada saluran irigasi dan masih banyak lagi. Jadi kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan saja, namun kita juga akan membantu membenahi lingkungannya agar tidak kumuh," ujarnya.
Sementara itu, narasumber dalam pelatihan tersebut, Tamrin menjelaskan, tepung ubi kayu ini memiliki keunggulan dimana tidak memiliki gluten dan berkalori rendah serta berserat tinggi. Jadi bagi mereka yang takut gemuk dan diabetes ini sangat sehat. Kemudian anak-anak juga dikasih snack-snack dari tepung ubi kayu jauh lebih baik, justru anak-anak yang autis itu mengkonsumsi tepung terigu itu yang berbahaya.
Lanjutnya, proses pembuatan tepung juga tidak butuh waktu lama. Yakni ubi kayunya dikupas terlebih dahulu kemudian dipotong kecil-kecil lalu direndam selama 12 jam setalah itu ditiriskan dan dijemur. Untuk proses pengeringannya tergantung dari sinar matahari, tetapi ada juga alat yang bisa digunakan untuk mempercepat proses pengeringan namun agak mahal biayanya. Setelah proses pengeringan itu sudah bisa digiling menjadi tepung dan bisa bertahan sampai 1 tahun.
"Hanya satu kekurangannya untuk tepung ubi kayu ini adalah tidak bisa dipakai untuk membuat roti atau produk-produk yang perlu mengembang seperti bembuat roti dan lainnya sebagainya. Tetapi kalau untuk kue-kue basah seperti brownies kue kering ini 100% bisa pakai tepung ubi kayu dan tidak memakai tepung terigu. Karena untuk mengembang adonan itu perlu ada protein gluten yang sifatnya elastis dan itu hanya ada di tepung terigu. Salah satu alternatifnya untuk mengurangi tepung terigu dengan mencampurnya dengan tepung ubi kayu dengan perbandingan 30% tepung ubi kayu ditambah 70% tepung terigu," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pondok Pesantren Shohibul Qur'an, Ir. Sudin Empa mengucapkan terima kasih kepada Unsultra yang memilih tempatnya sebagai kegiatan program pemberdayaan masyarakat berupa pelatihan kepada warga pesantren maupun masyarakat di sekitar pesantren. Tentunya dengan pelatihan ini dapat menambah pengetahuan untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang pengolahan berbagai macam bahan yang bisa diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual tinggi.
"Kami sangat berharap agar kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dengan jumlah pesrta yang lebih banyak lagi, sehingga masyarakat bisa lebih diberdayakan lagi agar pengetahuannya mereka semakin bertambah. Dengan begitu mereka memiliki kegiatan-kegiatan yang bernilai ekonomi dengan bahan baku yang mudah didapat serta berada di sekitar kita," pungkasnya. (cr5/b/aji)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Redaksi
Terkini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:28 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 | 19:52 WIB
Rabu, 1 Juli 2026 | 19:00 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 20:51 WIB
Selasa, 5 Mei 2026 | 20:03 WIB
Kamis, 23 April 2026 | 20:14 WIB
Senin, 5 Januari 2026 | 09:19 WIB
Rabu, 24 Desember 2025 | 09:11 WIB
Selasa, 23 Desember 2025 | 12:33 WIB
Selasa, 23 Desember 2025 | 08:47 WIB
Senin, 22 Desember 2025 | 10:25 WIB
Kamis, 18 Desember 2025 | 09:03 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 09:12 WIB
Selasa, 16 Desember 2025 | 09:09 WIB
Jumat, 12 Desember 2025 | 08:27 WIB
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:28 WIB
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
Jumat, 5 Desember 2025 | 09:31 WIB
Jumat, 28 November 2025 | 09:22 WIB
Selasa, 25 November 2025 | 08:33 WIB