Jumat, 28 Agustus 2026

Peragi Sultra Memotivasi Siswa SMK Pertanian untuk Tetap Berminat pada Dunia Tani

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Selasa, 2 November 2021 | 09:16 WIB
Ketua Peragi Sultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun bersama para siswa SMK Pertanian dari Bombana, Konsel dan Kolaka yang melaksanakan praktik lapangan di Balai Benih Induk Hortikutura Amoito Konawe Selatan. Foto: Dirma/Rakyat Sultra.   KENDARI - Demi melahirkan dan mendorong generasi muda saat ini untuk bergelut dalam bidang pertanian, Perhimpunan Agronomi Indonesia Sulawesi Tenggara (Peragi Sultra) beberapa waktu lalu melaksanakan program Goes To school pada tempat praktik siswa di Balai Benih Induk Hortikutura Amoito Konawe Selatan. Program ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada para siswa terkait dengan pertanain, untuk menumbuhkan minat mereka terhadap pertanian. Ketua Peragi Sultra, Prof. Dr. Ir. Andi Bahrun mengungkapkan, masalah sekarang di bangsa ini adalah ada lost of generation, dimana saat ini kita kehilangan generasi petani, karena banyak anak petani tidak mau jadi petani lagi. Padahal pertanian merupakan mainstream dan mesin perekonomian bangsa. Untuk itu Peragi hadir untuk mengedukasi anak-anak agar mencintai pertanian. Olehnya itu, pihaknya mulai melakukan program goes to school. Tetapi program ini tidak dilakukan sendiri namun bersama dengan beberapa istansi dan perguruan tinggi yakni Universitas Halu Oleo dan Universitas Sulawesi Tenggara kemudian dengan pemerintah daerah serta beberapa organisasi profesi lain. "Dalam program goes to school yang kita lakukan beberapa waktu lalu di Balai Benih Induk Hortikutura Amoito Konawe Selatan, di mana disitu ada para siswa yang sementara praktik yang melibatkan 3 SMK  dari Bombana, Kolaka, dan Konsel. Disitu saya mendapatkan nada optimisme dari para siswa dan terlihat ada generasi pertanian masa depan," ungkapnya. Ia mengatakan, inisiasi ini mendapat apresiasi dari pusat. Tentu ini merupakan salah satu cara untuk melahirkan generasi pertanian muda dan generasi baru pertanian. Namun masalah yang kita hadapi adalah perubahan iklim kemudian kelangkaan air lalu degradasi kesuburan tanah dan juga alih fungsi lahan. "Sebenarnya hal ini ada undang-undangnya yang berkaitan dengan sumber daya alam berkelanjutan. Memang betul terjadi alih fungsi lahan dan ini yang menjadi masalah kita dimana lahan pertanian menjadi perumahan sehingga lahan pertanian semakin berkurang," ujarnya. Sambungnya, untuk itu semua pihak perlu menegakkan atau mematuhi undang-undang sumber daya alam serta perlu diturunkan pada perda-perdanya. Selain itu, karena lahan berkurang harus ada inisiatif untuk meningkatkan produktivitas,  di mana memanfaatkan lahan yang tidak bisa dibudidayakan. Misalnya lahan marginal, lahan rawa, lahan pesisir atau lahan sisi vertikal. "Sekarang ini budidaya bisa dilakukan dimana saja, baik itu di dalam rumah, gedung dan lain sebgainnya. Lihat pertanian sekarang ini, di gedung-gedung sekarang ini ada lahan pertanian bahkan di atas atap mereka lakukan budidaya. Jadi sekarang ini orang bisa memanfaatkan ruang yang ada. Untuk itu perlunya kita mencari tanaman apa yang cocok untuk ruang-ruang seperti itu," terangnya. Sementara itu, salah satu siswa dari SMK Negeri 7 Konawe Selatan, Winasari mengaku sangat gembira dengan kedatangan Peragi di tempat praktiknya. Ia mengingikan agar Peragi bisa hadir di sekolahnya untuk memerikan pemahaman dan edukasi kepada teman-temannya yang lain. "Saya berharap profesor bisa hadir di sekolah kami untuk memberikan materi dan motivasi bagi kami para siswa yang masuk jurusan pertanian agar bisa meneruskan jurusan pertanian ini dengan lebih maju lagi dan jadi luar biasa lagi untuk kedepannya," harapnya. (cr5/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
X