Jumat, 28 Agustus 2026

Santri Diimbau Tingkatkan Jiwa Patriotisme

Photo Author
Redaksi, Rakyat Sultra
- Senin, 25 Oktober 2021 | 06:35 WIB
Peringatan Hari Santri Nasional di Kabupaten Koltim. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.   TIRAWUTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim), bersama ratusan santri menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional, di lapangan MTSN 1 Koltim, Jumat (22/10/2021). Staf Ahli Setda Koltim, Herman Amin, S.Sos, mewakili Plh. Bupati, H. Belli, dalam sambutannya, mengungkapkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tahun 2021 ini, mengangkat tema "Santri Siaga Jiwa Raga". Olehnya, berkaitan dengan tema tersebut, Herman mengimbau kepada seluruh santri di Koltim, agar selalu mempertahankan serta meningkatkan jiwa patriotismenya. "Tema ini adalah bentuk pernyataan sikap santri Indonesia agar selalu siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air," ucapnya. Lanjut Herman, santri selama ini terus mempertahankan persatuan Indonesia dan mewujudkan perdamaian, namun tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah nilai dan ajaran Islam, serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Diceritakannya, zaman dahulu jiwa santri selalu siap dan berani maju untuk merebut mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Sedangkan santri hari ini diharapkan tidak akan pernah memberikan celah, masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan Indonesia. "Badan, tubuh, tenaga, dan sebuah karya santri didedikasikan untuk Indonesia. Oleh karena itu santri tidak pernah lelah dalam berusaha dan terus berkarya untuk Indonesia," terangnya. Siaga jiwa raga merupakan komitmen seumur hidup santri yang terbentuk dari tradisi pesantren, tidak hanya mengajarkan kepada santri tentang ilmu dan akhlak, namun juga mensucikan jiwa memalui berbagai gerakan lahir dan batin yang diamalkan dalam kehidupan sehari hari. Tema Hari Santri Nasional kali ini kata Herman, juga relevan dengan perjuangan di masa pandemi Covid-19, dimana santri tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan. "Terus perhatikan Prokes sesuai 5 m tambah 1 d. Kita juga patut mengapresiasi beberapa pesantren yang berhasil mencegah, mengendalikan, dan menangani pandemi. Ini menjadi bukti nyata bahwa pesantren juga memiliki kemampuan menangani Covid-19," tutup Herman Amin. (p1/b/aji)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Redaksi

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB

Terpopuler

X