Kepala SMPN 9 Kendari, Milwan (kanan) menerima kunjungan Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur (tenun maron) guna memastikan persiapan jalani PBM. HERDY SUPARMANTO/RAKYAT SULTRA
RAKYATSULTRA.COM, KENDARI - Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari mengusulkan delapan SMP menjalankan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di sekolah. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Hal ini diungkapkan langsung Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur SPd MPd kepada sejumlah awak media saat mengecek persiapan SMPN 9 Kendari menjalankan PBM.
Ia mengaku, kemarin (5/11) merupakan hari terakhir pihaknya bersama Satgas Covid-19 Kota Kendari melakukan verifikasi ulang terhadap delapan sekolah yang dicalonkan menjalankannya.
"Ini akan kita ajukan ke Walikota karena memang sudah siap berdasarkan hasil verifikasi Satgas Covid. Nah, untuk saat ini baru jenjang SMP dulu, ada tujuh sekolah negeri dan satu sekolah swasta," terangnya.
Makmur mengaku, tidak ada paksaan jika orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti PBM tatap muka dan tetap mendapatkan pembelajaran secada daring (online, red).
"Jika tidak diizinkan tetap kita pandu pembelajaran melalui online. Sedangkan mekanisme pembelajaran tatap mula sepenuhnya kita serahkan ke pihak sekolah. Namun secara umum akan ada shif," cetus Makmur.
Sementara itu, Kepsek SMPN 9 Kendari, Milwan angkat bicara terkait persiapan yang dilakukan sekolahnya jika ditunjuk sebagai sekolah pelaksana PBM tatap muka.
"Sejak awal, sejak verifikasi pertama, kami sudah mempersiapkannya, mulai dari sarana prasaran, dalam hal ini protokol kesehatan. Jadi, sebelum masuk diperiksa suhu tubuh dulu, mencuci tangan, memakai masker dan tentunya di kelas atur jaraknya," ungkap Milwan.
Mengigat jumlah siswanya mencapai 1.193 pihaknya sudah mengatur shif jam belajar siswa. Artinya, siswa tidak belajar full dari Senin hingga Sabtu melainkan diselingi dengan daring di rumah.
"Disini akan kita bagi, tiga hari tatap muka di sekolah, tiga harinya belajar daring di rumah. Kita kan ada 33 kelas, setiap kelas hanya akan diisi 17 siswa dari jumlah normal 36. Yang pasti prokes sudah maksimal. Selain diluar kelas didalam kelas juga ada tempat cuci tangan, termasuk handsanitizer," bebernya Milwan.
Kata dia, pihaknya sudah memberikan surat persetujuan kepada orang tua siswa dan hari ini surat itu akan di kembalikan ke sekolah.
"Tinggal menunggu persetujuan, kalau tidak diijinkan tetap kami berikan kesempatan tetap belajar di rumah," pungkasnya. (r6/b/hdi)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Editor: Administrator
Terkini
Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:28 WIB
Kamis, 30 Juli 2026 | 19:52 WIB
Rabu, 1 Juli 2026 | 19:00 WIB
Jumat, 22 Mei 2026 | 20:51 WIB
Selasa, 5 Mei 2026 | 20:03 WIB
Kamis, 23 April 2026 | 20:14 WIB
Senin, 5 Januari 2026 | 09:19 WIB
Rabu, 24 Desember 2025 | 09:11 WIB
Selasa, 23 Desember 2025 | 12:33 WIB
Selasa, 23 Desember 2025 | 08:47 WIB
Senin, 22 Desember 2025 | 10:25 WIB
Kamis, 18 Desember 2025 | 09:03 WIB
Rabu, 17 Desember 2025 | 09:12 WIB
Selasa, 16 Desember 2025 | 09:09 WIB
Jumat, 12 Desember 2025 | 08:27 WIB
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:28 WIB
Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
Jumat, 5 Desember 2025 | 09:31 WIB
Jumat, 28 November 2025 | 09:22 WIB
Selasa, 25 November 2025 | 08:33 WIB