Jumat, 28 Agustus 2026

MPR Libatkan IAIN Perencanaan Pembangunan RI

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Rabu, 12 Oktober 2016 | 11:27 WIB
Diskusi Kebangsaan dalam MPR Goes to Campus, di IAIN Kendari, Selasa (11/10).
Diskusi Kebangsaan dalam MPR Goes to Campus, di IAIN Kendari, Selasa (11/10).

-
Diskusi Kebangsaan dalam MPR Goes to Campus, di IAIN Kendari, Selasa (11/10).

Utamanya dalam Penyiapan SDM Berkualitas

KENDARI, RSONLINE - MPR RI menggelar MPR Goes to Campus, di IAIN Kendari, Selasa (11/10).

Kegiatan itu dalam rangka mendengar pandangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum tentang pedoman perencanaan pembangunan.

MPR Goes to Campus tersebut dihadiri para akademisi IAIN Kendari, serta Anggota Badan Pengkajian MPR RI, di antaranya Mujib Rahmat dari fraksi Golkar, Capten Joni Rolindrawan dari Hanura, dan Okki Asokawati dari Partai Persatuan Pembangunan.

Selaku Rektor IAIN Kendari, Nur Alim, mengaku bangga kampus yang dipimpinnya menjadi salah satu kampus penyelenggara diskusi kebangsaan. Sebagai bentuk dukungan, dirinya telah menghadirkan akademisi yang ahli di bidangnya serta siap memberi masukan-masukan atau pandangan bagi MPR kemudian bisa dipertimbangkan.

"Mau dibawa kemana bangsa ini, sudah menjadi salah satu tujuan dilaksanakannya diskusi kebangsaan. Serta menjadi tempat menyatukan pendapat antara akademisi dan politisi," ungkapnya saat memberi sambutan di Auditorium IAIN Kendari.

Sementara, Anggota MPR RI sekaligus anggota Badan Pengkajian Mujib Rahmat, menuturkan, sejak reformasi fungsi MPR telah banyak mengalami perubahan. Ini terlihat, setelah adanya amendemen UUD 1945, dimana pada masa tersebut MPR RI tidak lagi memiliki posisi sebagai lembaga tinggi negara tetapi sama kedudukannya dengan lembaga negara lainnya.

"Begitu pun dengan pemilihan presiden. Bahkan kewenangan MPR RI terhadap Garis Besar Haluan Negara (GBHN) tidak lagi berlaku," ungkap Mujib.

Dirinya melanjutkan, seiring berjalannya zaman demokrasi begitu terbuka, semua orang bebas berpendapat maka jika demokrasi tidak diikuti nilai-nilai luhur bangsa maka akan menciptakan kesenjangan, eksploitasi dan semacamnya pada sebuah masyarakat.

"Ada yang mengatakan bahwa haluan negara ini perlu kita luruskan kembali agar kita bisa bersatu, berdaulat dan berlaku adil. Maka MPR sebagai rumah besar Rakyat Indonesia tidak akan tinggal diam dengan persoalan tersebut. Kami meminta sumbangan haluan seperti apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia. Ini tidak perlu terburu-buru tergantung pendapat seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai MPR berjalan sendiri namun rakyat tidak setuju,” ungkapnya.

Inilah kata dia, mengapa diperlukan adanya diskusi kebangsaan seperti yang terlaksana di IAIN Kendari. Terlebih, kampus merupakan salah satu unsur terpenting dalam menyiapkan SDM agar bangsa ini menjadi bangsa yang maju. Bangsa akan menjadi besar jika SDM-nya berkualitas.

“Latar belakang diadakannya acara ini adalah haluan Negara Republik Indonesia ini memerlukan perencanaan pembangunan. MPR sendiri belum berpendapat apapun, justru pihak MPR sedang mengadakan pengumpulan pendapat di kampus-kampus. Satu yang disepakati bahwa negara memerlukan haluan agar muncul konsistensi”, tandasnya. (*/b)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB
X