Jumat, 28 Agustus 2026

JENDERAL BINTANG DUA TNI AU Beri Kuliah Umum di Program Pascasarjana UHO

Photo Author
Administrator, Rakyat Sultra
- Kamis, 22 September 2016 | 13:25 WIB
Ketgam: Suasana kuliah umum yang dibawakan oleh bapak MARSEKAL Muda TNI H. SUPOMO, S.IP., M.Sc
Ketgam: Suasana kuliah umum yang dibawakan oleh bapak MARSEKAL Muda TNI H. SUPOMO, S.IP., M.Sc

Kendari, Senin (20/9) Aula kampus Program Pascasarjana UHO dipadati mahasiswa baru PPs yang antusias dalam mengikuti kuliah umum yang dibawakan oleh bapak MARSEKAL Muda TNI H. SUPOMO, S.IP., M.Sc. Senin pagi.

Dalam acara tersebut pak Supomo yang merupakan putra daerah Sulawesi Tenggara membawakan materi yang bertemakan " Konvergensi Teknologi Untuk Meningkatkan Produktifitas Masyarakat Guna Mewujudkan Ketahanan Daerah. Turut hadir Directur Pascaarjana Bapak Prof. Sahta Ginting dan Wadir I Bidang Akademik Bapak Dr. Jamhir Safani. Dalam penyambutannya bapak Jenderal terlihat santai dalam membawakan materi.

Ia menjelaskan " bahwa saya terpanggil untuk kembali ke kampus dan semua kembali ke kampus, suatu kebanggaan bagi saya dapat hadir disini bersama teman-teman. Melalui teknologi konvergensi diera sekarang ini, masyarakat harus mampu mengembangkan informasi teknologi secara efektif dan efisien. Konfergensi adalah penggabungan berbagai faktor dan berbagai teknologi contohnya penggunaan teknologi Digital yang semakin maju, artinya masyarakat di Sultra adalah masyarakat konsumtif, kita harus merubah paradigma berfikir, seharusnya masyarakat harus produktif untuk menghasilkan output yag bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang banyak"

Dia mengungkapkan" masyarakat yang produktif adalah masyarakat yang hari ini lebih baik dari pada kemarin, masyarakat harus menciptakan peluang-peluang baru , inovasi baru serta kreatifitas baru dan itu disebut masyarakat yang produktif guna mewujudkan ketahanan daerah itu sendiri."

Lanjutnya "Dari faktor ekonomi masyarakat dilihat produktif apabila setiap harinya dapat menghasilkan produktifitas, yang kita yakini saat ini bahwa dogma sejak kecil sudah harus ditanamkan. " bagaimana keluarga menganti pemikiran konsumtif menjadi produktif, jadi keluarga yang produktif adalah masyarakart yang dapat menghasilkan.

"Ketahanan nasional adalah kondisi yang ada pada kita, yaitu sebuah kondisi yang dinamis yang bisa menghadapi ancama hambatan dari dalam diri maupun acaman dari luar. Masyarakat Sultra harus mampu mengahadapi tantangan global yang semakin maju, contonnya dengan adanya MEA, masyarakat harus mampu meningkatkan SDM guna menaggulangi TKA yang semakin banyak ini Sultra ini, artinya masyarakat harus mampu membuktikan diri bahwa masyarakat mampu bekerja dan bersaing dengan orang luar.

Diakhir kuliah beliau mengigatkan bahwa "Pemerintah harus melakukan propeksi sektor tenaga kerja serta SDM kita harus kompetitif dan harus memiliki daya saing yang tinggi dan konferensif. (P9/P11)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Gen Z Jadi Tantangan Baru pembinaan Gerakan Pramuka

Kamis, 11 Desember 2025 | 10:24 WIB

Terpopuler

X