KENDARI- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari terus berupaya meningkatkan kontribusi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra, melalui sejumlah program kerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah.
Terkait hal itu, Rektor IAIN Kendari Nur Alim melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Rektor dan Kepala Biro AUAK ke Kabupaten Bombana dan Kolaka. Dalam kunjungan ke Bombana, Rektor dan rombongan diterima oleh Wakil Bupati Bombana Mashura Ladamay di Kantor Bupati Bombana, Kamis (18/06). Nur Alim, mengungkapkan, kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka mensosialisasikan transformasi status kelembagaan IAIN Kendari yang berdampak pula pada perluasan mandat akademik.
Antara lain dibukanya sejumlah jurusan baru dari bidang ilmu umum seperti jurusan MIPA, Bahasa Inggris dan Jurusan Ekonomi dan Perbankan. “Dengan perluasan mandat akademik ini, kami mengundang putra-putri daerah untuk melanjutkan studi sesuai dengan minat dan bakatnya termasuk pada bidang ilmu umum yang di integrasikan dengan ilmu agama, inilah yang menjadi distingsi IAIN Kendari,” paparnya.
Pada kesempatan itu, drinya juga menawarkan, program sasar desa atau satu sarjana IAIN untuk satu desa yang secara khusus akan memperoleh pendidikan akademik dan dipersiapkan mengabdi di tengah masyarakat.
Hal itu ditanggapi positif, Wabup Bombana Mashura Ladamay, menurutnya keterlibatan perguruan tinggi amat besar bagi pembangunan masyarakat di daerah. “Bisa kita lihat bagaimana kota-kota besar di Indonesia cukup sukses menjalankan perannya sebagai pelayan masyarakat dengan melibatkan Perguruan Tinggi,” katanya.
Hal senada diungkapkan Bupati Kolaka Ahmad Safei yang menerima kunjungan Rektor di Rumah Jabatan Bupati pada, Jumat (19/06). Menurutnya, masyarakat perlu dibentengi dengan pengetahuan keagamaan yang mumpuni sebagai filter dari pengaruh arus globalisasi yang belakangan menggerus akhlak masyarakat. “Kita memang memerlukan program pembinaan mental spritual di tengah masyarakat sebagai penyeimbang masuknya pengaruh negatif dari arus globalisasi, kami menargetkan hingga akhir masa jabatan kami seluruh muslim di Kolaka ini minimal bisa membaca Al Quran,” katanya.
Program kerja sama yang ditawarkan IAIN Kendari ini merupakan wujud kepedulian terhadap kondisi mental spiritual masyarakat yang rentan terhadap pengaruh negatif globalisasi dimana masyarakat sangat mudah mengakses informasi yang tidak sesuai dengan budaya dan norma yang berlaku pada masyarakat kita. Safei berharap, alumni IAIN mampu menjadi garda terdepan dalam meluruskan pemahaman keagamaan yang keliru dan menurunkan kriminalitas melalui kegiatan religius.
Kunjungan kerja tersebut akan dilanjutkan ke beberapa daerah lainnya baik di wilayah daratan maupun kepulauan dalam rangka memperluas akses informasi pendidikan bagi masyarakat.(b/*)