KENDARI, rakyatsultra.id - Guna mendorong dan membumikan semangat kebersamaan dengan para pihak guna terciptanya meratanya informasi tentang pemilu, situasi yang aman dan mencerdaskan serta terciptanya pemilu damai, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) kembali menyelenggarakan kegiatan Diskusi Politik dengan tema Merayakan Demokrasi Di Kampus Seksi yang dilaksanakan di Gedung WTC Unsultra, Kamis (14/12).
Dalam kegiatan dihadiri oleh Rektor Unsultra Prof. Dr. Ir. H. Andi Bahrun M.Sc Agric, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sultra Dr. Asril S.Sos M.Si, Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Kendari Arham SP M.Si, serta Ketua Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Unsultra La Ode Muhram SH MH.
Rektor Unsultra Prof. Dr. Andi Bahrun mengatakan bahwa Pemilu di 14 Februari 2024 mendatang merupakan pesta demokrasi, sehingga melalui kegiatan dialog bertajuk tersebut terkandung harapan agar segala aturan dan kebijakan tersosialisasi dan dipahami dengan baik khususnya di lingkungan kampus serta agar pemilu dan pilpres berlangsung tenang dan damai serta dengan riang gembira.
“Kita harus menghindari adanya berita hoaks, kekerasan, tindakan provokatif, terjadinya perpecahan, kericuhan maupun segala sesuatu yang bisa menodai demokrasi. Pemilu tahun depan (2024) akan menentukan keberlangsungan pembangunan dan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Sebagai Rektor, ia mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain itu, iauga berterimakasih kepada fakultas hukum khususnya Pusat Kajian Konstitusi Unsultra yang telah menginisiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Demikian pula atas kehadiran dan para narasumber yakni Ketua KPU Sultra dan Anggota Bawaslu Kota Kendari yang membawakan materi Peraturan Kampanye di Wilayah Kampus.
Lanjutnya, dengan adanya kegiatan diskusi tersebut diharapkan mahasiswa mampu menciptakan pemilu damai dan cerdas memilih. Bahkan mahasiswa juga harus berperan aktif sebagai pengontrol, fasilitator, advokasi dan pengedukasi guna terwujudnya pemilu yang berintegritas dan damai.
"Kegiatan ini juga salah satu upaya untuk mencerdaskan civitas akademika khususnya dalam aspek politik dan demokrasi. Saya sebagai salah satu rektor yang menghadiri deklarasi pemilu damai yang dilaksanakan Polda bersama KPU dan Bawaslu dan juga dihadiri oleh PJ Gubernur. Oleh karena itu Unsultra selalu berusaha secara konsisten untuk mengambil bagian dalam proses kematangan demokrasi dan menciptakan mahasiswa sebagai pemili cerdas,” tuturnya.
Prof Andi Bahrun berharap agar mahasiswa bisa menjadi perpanjangan tangan KPU dan Bawaslu untuk mensosialisasikan terkait peraturan dan waktu penyelenggaraan, bagaimana kampanye di kampus, bagaimana etika dan kesantunan dalam berdemokrasi, bagaimana pemilu bisa berjalan dengan baik dan cerdas memilih.
"Yang selalu kita harapkan adalah bagaimana kita sebagai warga negara Indonesia itu, harus menyalurkan hak pilihnya dengan tetap merawat semangat persatuan dan kesatuan sebagai anak bangsa, khususnya mahasiswa dan pemilih pemula. Inilah yang harus dilakukan mahasiswa untuk membantu mensosialisasikan kepada Masyarakat dan sesama generasi milenial dan generasi Z," tuturnya. RS