KENDARI, rakyatsultra.id - Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (KBST) kembali menghelat Pemilihan Duta Bahasa Provinsi SulawesiTenggara yang dilaksanakan mulai tanggal 5 hingga 10 Juni 2023.
Dalam ajang itu diikuti 106 orang mendaftar, namun hanya ada 96 orang mengikuti serangkaian tes. Tes pertama meliputi tes esai dan wawancara, yang menghasilkan 40 calon finalis. Selanjutnya, 20 finalis dipilih setelah melewati tes kedua berupa tes psikotes.
Peserta akan menampilkan bakatnya dan diberikan tantangan hingga malam puncak pemilihan Duta Bahasa Sultra 2023 yang berlangsung di Hotel Calor Kendari, Sabtu (10/6).
Kepala KBST Dr. Uniawati mengatakan, kegiatan pemilihan Duta Bahasa Sultra yang dilakukan di Hotel Claro Kendari merupakan malam penempatan.
Juga sebagai puncak dari rangkaian pemilihan seleksi yang dilakukan untuk memilih Duta Bahasa Sultra yang nantinya akan mewakili Sulawesi Tenggara untuk mengikuti pemilihan Duta Bahasa tingkat nasional yang akan diadakan oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta
Lanjutnya, seleksi ini sudah berlangsung dari beberapa bulan yang lalu, mulai awal pendaftaran yang dibuka sejak awal tahun, kemudian dilakukan seleksi berkas dan seleksi wawancara, serta Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia dari para peserta.
Dengan adanya pemilihan Duta Bahasa Sultra, diharapkannya bisa lebih menguatkan komitmen para pemuda memartabatkan bahasa Indonesia, dan menumbuhkan sikap positif terhadap bahasanya.
"Saya harapkan kepada Duta Bahasa bisa memberikan edukasi kepada pemuda khususnya di Sultra untuk memposisikan Bahasa Indonesia, Bahasa Daerah dan Bahasa Asing sesuai dengan posisinya masing-masing. Saya juga berharap agar pelaksanaan kegiatan ini bisa menumbuhkan sikap positif para pemuda untuk peduli terhadap Bahasa Indonesia," tuturnya, Sabtu (10/6).
Sementara itu, Ketua Panitia Kegiatan, Dwi Pratiwi F Husba menjelaskan, selama masa karantina, kedua puluh finalis diberikan pelatihan tentang kebahasaan, pemahaman sastra, kebudayaan, teknik berbicara di depan publik, serta keterampilan berpikir kritis dan penyampaian ide atau gagasan.
Selain itu, penilaian juri juga mempertimbangkan kemampuan berbahasa, aspek psikologi peserta, serta pemahaman krida kebahasaan dan kesastraan.
"Dengan pemilihan Duta Bahasa Sultra, diharapkan para finalis dapat menjadi duta yang mampu mempromosikan penggunaan bahasa dan kebudayaan Sulawesi Tenggara secara luas. Acara ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian dan pengembangan bahasa daerah," tuturnya.
Sebagai informasi, dalam pemilihan Duta Bahasa Sultra 2023 diraih Sastra Dewa (Putra) dan Wa Ode Wulandari (Putri).
Selanjutnya, Juara 2 diraih Arwan Pelangi dan Resky Pratiwi Anggraini Arif, dan Juara 3 Doni Reza Arizky dan Wa odel Eli Mutia, Juara 4 Adam Syah Gibran dan Ranu Rahmat Putri, Juara 5 Miftahul Jannah dan Ahmad Barelvi, serta Juara 6 La Ode Alfandi dan Tita Muchlisa. RS