metro

Bentang Jembatan Buton Muna Menjadi Bentang Jembatan Terpanjang se-Asia Tenggara, Simak Detailnya

Minggu, 13 Juli 2025 | 19:21 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo didampingi Gubernur dan Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae saat melihat langsung lokasi yang jadi tempat pembuangan Jembatan Buton Muna.

Kendari, Rakyatsultra.id - Pembangunan Jembatan Buton-Muna telah mendapatkan restu dari Menteri Pekerjaan Umum Menteri PU Dody Hanggodo saat berkunjung ke Sultra untuk melihat langsung lokasi yang mencari rencana tempat pembangunan jembatan yang bisa menghubungkan pulau Buton dan Muna, Minggu (13/7/2025). 

Kunjungan Menteri Dody sendiri sebagai tindak lanjut atas kunjungan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka pada 11 Juni lalu. Dan rapat bersama komisi V DPR. Dimana Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae yang merupakan salah anggota legislatif dapil Sultra. 

Dalam kunjungannya Menteri Dody sendiri mendapatkan laporan detail terkait proses pembangunan Jembatan hingga ke tahap saat ini. Dimana kepala BPJN Sulawesi menjelaskan tahun 2010 telah dimulai Feasibility Studi (FS) dan baru dilanjutkan pada 2012 tahap Detile Engineering Desain (DED). Di tahun 2018 dilanjutkan pada FS dan Basic Desain dilanjutkan Dokumen LARAP pada 2019.

Pada tahun 2020 dilanjutkan pada tahap ANDAL, KA ANDAL, RPL dan RK. 2020 hingga 2021 dilakukan Review DED Jembatan Buton Muna. Sayangnya pada tahun 2022 hingga 2023, rencana paket lelang Independent Proof Chek (IPC) gagal. Namun pada tahun 2024 dilanjutkan pada pengecekan terowongan angin Jembatan Buton Muna. 

Menariknya, tahun 2025 telah mendapatkan restu dan lampu hijau dari Menteri PU untuk dilakukan pekerjaan awal kontruksi pada 2026 mendatang. 

Secara teknis, panjang keseluruhan Jembatan Buton Muna 2.969 meter, dengan bentang utama sepanjang 765 meter, total Jembatan pendekat 711 meter, vertical Clearance Jembatan 52,6 meter, tinggi pilon dari dek Jembatan 104,9 meter, dan tinggal pilon dari permukaan tanah 143,7 meter. 

Bentang utama Jembatan Buton Muna sepanjang 765 meter, menjadikan Jembatan yang rencana mulai dibangun pada 2026 ini menjadi Bentang Jembatan terpanjang se Asia Tenggara. Dengan tipe Jembatan Suspension Bridge dengan estimasi anggaran Rp 6,103 triliun dan waktu pekerjaan selama empat tahun. 

Disela-sela kunjungan, Menteri PU mengatakan, masalah pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna itu hanya membangun komunikasi antara Daerah dengan Pusat.

Apalagi, kata dia prosesnya sudah dimulai sejak 2010 hanya karena ada problem dalam komunikasi saja, dan akan diupayakan di tahun 2025 ini akan menemui titik terang. Meski demikian untuk eksekusi awalnya akan dilaksanakan pada tahun 2026.

"Harapan kami seluruh masalah teknis sudah bisa terselesaikan di tahun 2025 dan di tahun 2026 akan melakukan eksekusi konstruksi awalnya akan dimulai,"ungkapnya. 

 

 

 

 

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB