Kendari, Rakyatsultra.id – Muhammadiyah Sulawesi Tenggara siap menggelar Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) 2025 pada 17–19 April di Kota Kendari. Sejumlah agenda strategis pun mulai disiapkan menjelang perhelatan lima tahunan ini, salah satunya adalah peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Muhammadiyah Terpadu yang akan menjadi ikon baru pendidikan Islam di wilayah tersebut.
Ketua Steering Committee Musypimwil, Dr. Musadar Mapasomba, menekankan pentingnya agenda ini sebagai wujud komitmen Muhammadiyah dalam mencerdaskan bangsa. “Kita berharap, insyaAllah, Muhammadiyah akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menggerakkan pencerahan dan pemberdayaan umat,” ujarnya
Musypimwil tahun ini mengusung tema “Menghadirkan Kemakmuran untuk Sulawesi Tenggara” dan akan dibuka secara langsung oleh Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Selain agenda peletakan batu pertama, Musypimwil juga akan membahas konsolidasi organisasi, evaluasi program kerja, serta pengisian jabatan kosong dalam struktur pimpinan wilayah. Sekretaris Umum PWM Sultra, Dr. Muhammad Alifudin, menyebut forum ini sebagai sarana penting dalam memperkuat kepemimpinan dan memastikan keberlanjutan program Muhammadiyah di daerah.
“Forum ini bagian dari konsolidasi organisasi dan akan memilih 13 orang pimpinan wilayah Muhammadiyah Sultra. Pengisian jabatan itu wajib melalui musyawarah ini,” jelasnya.
Alifudin juga mengungkapkan bahwa saat ini Muhammadiyah Sultra mengelola 61 lembaga pendidikan, mulai dari tingkat TK hingga perguruan tinggi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Rencana pembangunan Sekolah Muhammadiyah Terpadu sendiri akan dilaksanakan di lahan seluas satu hektare di Kecamatan Baruga, Kota Kendari, meski sempat tertunda akibat cuaca buruk dan proses persiapan lahan.
Selain itu, kunjungan ke Laboratorium dan Gedung Fakultas Kedokteran di Konawe Selatan turut menjadi bagian dari agenda Musypimwil, menandai keseriusan Muhammadiyah dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang kesehatan.
Dr. Musadar menambahkan bahwa Musypimwil juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali nilai-nilai dasar gerakan Muhammadiyah sebagai pemurni akidah dan pelopor pembaruan sosial. “Insyaallah, Muhammadiyah akan terus menjadi bagian penting dalam proses mencerdaskan bangsa, sejak didirikan tahun 1912 hingga saat ini. Kami ingin selalu berkontribusi terbaik untuk umat dan bangsa,” pungkasnya. CR5