Kendari,Rakyatsultra.id- Pagi buta, di pelataran kantor Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) tampak berjejer Aparatur Sipil Negara (ASN) bersiap mengikuti apel pagi gabungan. Suasana hening saat mobil berplat satu menuju parkiran.
Sosok lelaki paruh baya dengan pakaian sederhana langsung mengambil alih barisan, tanda apel gabungan dimulai.
Apel pagi gabungan, Kamis (13/2) tak seperti biasanya, hening dan haru menyelimuti pagi yang mendung itu. Tak banyak embel-embel hanya pengarahan sekaligus acara pamitan.
Bupati Konkep dua periode Ir H Amrullah MT menyampaikan banyak pesan, kata ia, meski mendung tetapi apel pagi yang dipimpinya itu bisa terlaksana.
"Saya tetap berupaya berdiri dihadapan bapak ibu dan anak-anakku sekalian di tengah kesibukan, tapi tetap saya berupaya untuk melaksanakan apel pagi. Dan yang pasti, apel yang saya pimpin Insaa Allah apel terakhir, sebagai pimpinan daerah," jelasnya.
Suasana apel pagi kian diselimuti haru, terpancar sorotan mata para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkaca-kaca, suasana semakin larut.
Singkat rasanya, waktu begitu cepat berlalu. Kebersamaan yang dimulai 2014 silam, tidak terasa waktu sepuluh Tahun. Begitu singkatnya, ketika dilakukan dengan rutinitas yang padat, ungkapannya membuat ratusan ASN tertunduk.
"Kita berinteraksi sehari-hari, sebagai mana saya sampaikan bahwa kita menjalankan pemerintahan ini dengan penuh kekeluargaan tapi Profesional," bebernya.
Bahwa pengabdian kata ia, tidak ada akhirnya. Pengabdian harus dilaksanakan dengan penuh rasa syukur, dan harus disadari Kabupaten Konkep telah memberi tempat untuk meniti karir.
"Sebagai manusia yang pandai bersyukur, maka kita harus pandai berterimakasih terhadap Kabupaten ini. Ketika tidak lahir Konawe Kepulauan, seorang Haji Amrullah mungkin tidak akan pernah jadi pimpinan daerah, begitupun pejabat eselon dua, tiga dan yang menggunakan pakaian putih-putih dihadapan kita semua," mengingatkan.
Untuk itu, kata alumnus UGM, sebagai manusia yang pandai mensyukuri nikmat, maka cara berterimakasih kepada daerah dengan memberikan pengabdian maksimal.
"Insaa Allah akan bernilai ibadah," katanya.
Ia juga, menyampaikan permohonan maaf jika dalam Kedinasan, ternyata masih ada yang terluka karena kebijakannya, meskipun mengeluarkan kebijakan yang sebaik-baiknya. Seperti ungkapan pepatah, tak ada gading yang tak retak.
"Secara pribadi, saya memohon maaf yang setulus-tulusnya. Ke depannya mari kita melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Sekali lagi jika masih ada bulir-bulir kesalahan yang saya perbuat, mohon dimaafkan setulus-tulusnya. Sebagai mana kebijakan yang saya lakukan demi Kabupaten ini," terangnya.