Kendari,Rakyatsultra.id - Dalam upaya dorong peningkatan perekonomian masyarakat, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) dan Universitas Halu Oleo (UHO) yang beranggotakan Dr. Rustan Ari, STP., MSi, Laode Abdul Manan, SE, MSi, Hastian STP, MSi, dan LM Fid Aksara, S.Kom, M,Kom berkolaborasi melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Pengembangan Desa Sentra terkait Pengolahan Hasil Perikanan Mandiri Di Desa Tapuhahi, Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana.
Ketua Tim Dr. Rustan Ari, STP., MSi mengatakan, di wilayah pesisir Kabupaten Bombana khususnya di Desa Tapuhahi, pengolahan ikan asin memiliki peran penting dalam perekonomian dan budaya Masyarakat setempat. Proses mengubah ikan segar menjadi ikan asin kering dan ikan kering telah menjadi praktik turun-temurun, menyediakan sumber protein yang penting dan menopang mata pencaharian.
Sambungnya, namun metode yang diwariskan secara turun-temurun, terkadang tidak memiliki ketelitian yang diperlukan untuk memenuhi standar kualitas sesuai tuntutan pasar. Akibatnya, produk akhir yang dihasilkan tidak selalu seragam, sehingga memengaruhi jangkauan pemasaran serta daya jual yang rendah yang menyebabkan potensi kerugian ekonomi bagi produsen.
"Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan pendekatan yang komprehensif untuk pengembangan keterampilan dan pelatihan teknis yang oleh dosen Fateta, Fekon Unsultra serta dosen Teknik Informatika UHO berkolaborasi dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) dengan pendanaan Ristek dikti tahun 2024," ujarnya.
Ia menjelaskan, tujuan program PDB adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan kelompok pengolahan ikan di bidang-bidang utama antara lain penanganan ikan segar hasil pembelian dari nelayan, teknik penggaraman, proses pengasinan dan metode pengeringan, yang pada akhirnya mengarah pada produk yang tidak hanya memenuhi ekspektasi tradisional tetapi juga mematuhi standar nasional industri.
Lanjutnya, salah satu area fokus penting dalam memberdayakan kelompok pengolahan ikan adalah meningkatkan praktik penanganan ikan. Penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas produk akhir. Program pelatihan harus menekankan pentingnya memilih bahan baku berkualitas tinggi dan memastikan bahwa ikan segar bebas dari kontaminan. Selain itu, para pengolah dituntun untuk menguasai teknik pembersihan dan pembuangan isi perut ikan secara efisien untuk mencegah pembusukan.
"Perlakuan pra pengolahan dan penggaraman, seperti pengasinan atau blansing, juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kualitas ikan asin. Dengan memberikan arahan dan tuntunan secara langsung diarea kerja pengolah, kelompok pengolahan ikan dapat meningkatkan kualitas produk mereka secara signifikan," ujarnya.
Dr. Rustan menerangkan, pemberdayaan kelompok pengolah ikan bukan hanya tentang meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga tentang menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan dalam masyarakat. Dengan melengkapi para pengolah dengan alat dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk berhasil, kami tidak hanya mendukung kesejahteraan ekonomi mereka, tetapi juga pelestarian tradisi budaya. Transisi dari metode tradisional ke praktik modern dapat menjadi tantangan, tetapi sangat penting untuk memastikan keberhasilan dan keberlanjutan industri ini.
"Melalui program pelatihan yang ditargetkan untuk menangani penanganan ikan, teknik penggaraman, metode pengeringan, dan kontrol kualitas, para pengolah dapat meningkatkan kualitas produk mereka dan efisiensi serta mengakses pasar baru. Dengan mendukung kelompok pengolah ikan dalam upaya mereka untuk memodernisasi dan meningkatkan diri, kami berkontribusi pada pengembangan industri yang berkelanjutan dan pelestarian warisan budaya," tuturnya.
Tim PDB beserta kelompok mitra mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset danTeknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. atas dukungan dana yang diberikan untuk pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dalam skema Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Wilayah.
"Terima kasih juga kepada Rektor Unsultra atas dukungan administrasi dan pelayanan mulai dari tahap penyusunan proposal sampai dengan pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat. Apresiasi juga kami sampaikan kepada Camat Rumbia Tengah atas bantuan dan dukungannya selama pelaksanaan kegiatan di wilayahnya, dan kepada Kepala Desa Tapuhahi yang telah menyediakan sarana dan prasarana yang diperlukan sehingga sangat membantu keberhasilan program ini," pungkasnya. CR5