KENDARI - Kesehatan jemaah calon haji (JCH) lansia menjadi perhatian pemerintah, pasalnya ada sekira 40 ribu JCH lansia yang akan menunaikan ibada haji tahun 2024 ini. Untuk itu pemerintah telah melakukan langkah-langkah preventif dengan menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan dan memberikan edukasi kesehatan bagi JCH.
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama kota Kendari Sunardin, mengingatkan JCH Kota Kendari khususnya lansia agar memperhatikan kondisi kesehatannya dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebelum diberangkatkan ke tanah suci.
"Bagi JCH lansia yang menderita penyakit perlu penanganan yang lebih baik dan tidak perlu berangkat bila mereka sakit," ucap Sunardin, baru-baru ini.
Demi kelancaran melaksanakan ibadah haji, JCH lansia perlu ada pendampingan dari pihak keluarga, teriuama jemaah yang kelahiran tahun 1935, yang berjumlah kurang lebih 11 orang.
Selain itu, perlu juga dilakukan pemantauan terhadap kemampuan lansia dalam melakukan aktifitas sehari-harinya dan kalau tidak mampu perlu didiskusikan bersama keluarga Jemaah.
"Aktivitas kegiatan sehari-harinya misalnya mandi, pakai baju, urus makan, itu bisa dilakukan sendiri atau tidak oleh jemaah, itu perlu dipantau," tuturnya.
Lanjutnya, pihaknya telah membentuk Tim Pos Pengolah Kesehatan khusus jemaah lansia, dengan tujuan melakukan pemantauan dan terjun langsung dilapangan untuk melihat kondisi jemaah tersebut.
"Tim akan melihat secara langsung dilapangan seperti apa kondisi jemaah, jika ditemukan jemaah lansia yang ternyata setelah dilakukan pemeriksaan kondisinya tidak bisa diberangkatkan, maka selanjutnya tim akan memberikan pemahaman kepada jemaah tersebut dan pihak keluarga, karena ibadah haji itu tidak perlu berangkat jika dalam kondisi sakit," pungkasnya.