Jumat, 28 Agustus 2026

Brida Sultra Dorong Peningkatan Indeks Daya Saing Daerah

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Selasa, 8 Juli 2025 | 19:37 WIB
Kepala Brida Sultra Hj Isma saat menyampaikan laporan dalam sosialisasi IDSD.
Kepala Brida Sultra Hj Isma saat menyampaikan laporan dalam sosialisasi IDSD.

Kendari, Rakyatsultra.id - Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulawesi Tenggara, menggelar Sosialisasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD), Selasa, 8 Juli 2025, di Swiss-Belhotel Kendari.

Sosialisasi tersebut dibuka Gubernur Sultra yang diwakili Wakil Gubernur Sultra Hugua. Sosialisasi mengangkat tema “Pemanfaatan Data dan Informasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dalam Rangka Perencanaan dan Penyusunan Kebijakan Daerah Berbasis Bukti untuk Memperkuat Daya Saing Berdasarkan Potensi Keunggulan Daerah”,.

Kegiatan ini dihadiri oleh Deputi Riset dan Inovasi Daerah BRIN, Direktur Kebijakan Riset dan Inovasi Daerah, Asisten II Setda Sultra, Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, serta perwakilan dari berbagai OPD lainnya.

Kepala Brida Provinsi Sulawesi Tenggara, Dra. Hj. Isma dalam laporannya menjelaskan sosialisasi ini menjadi penting karena terdapat perubahan sistem pengukuran IDSD pasca integrasi Balitbang ke dalam BRIN. Dulu, pengukuran dilakukan oleh bidang ekonomi di Balitbang, namun kini dilakukan secara nasional oleh BRIN berdasarkan Peraturan Badan Riset dan Inovasi Nasional Nomor 5 Tahun 2023 tentang Tata Kelola Riset dan Inovasi Daerah.

“Saat ini, IDSD digunakan untuk menyusun perencanaan pembangunan berbasis bukti dan menjadi instrumen penting dalam evaluasi serta monitoring program pemerintah daerah,” jelas Isma.

Ia juga menyebutkan skor IDSD Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengalami peningkatan dari 3,36 di tahun 2023 menjadi 3,46 pada tahun 2024. Namun, beberapa pilar masih menunjukkan skor yang rendah sehingga perlu intervensi strategis dari semua pihak.

Tujuan utama dari sosialisasi ini, menurut Isma, adalah:
1. Menyusun perencanaan berbasis bukti dengan memanfaatkan data IDSD.
2. Meningkatkan skor IDSD pada pilar-pilar yang masih rendah.
3. Memperkuat komunikasi hasil analisis data IDSD kepada para pemangku kepentingan.

Ia menambahkan BRIN melalui Deputi Riset dan Inovasi Nasional bertanggung jawab melakukan pembinaan teknis kepada daerah, termasuk fasilitasi bimbingan teknis terkait pemanfaatan data IDSD.

Wagub Sultra Hugua menjelaskan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) merupakan instrumen penting yang digunakan untuk mengukur tingkat daya saing suatu daerah, terutama dari sisi sektor produksi. Sektor produksi yang dimaksud mencakup petani, nelayan, pelaku industri kreatif, perdagangan, pariwisata, serta seluruh sektor lainnya yang berperan dalam mendinamisasi dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

"IDSD ini adalah alat ukur utama yang menggambarkan bagaimana daya saing daerah terbentuk melalui produktivitas sektor-sektor penggerak ekonomi. Jadi, mulai dari petani, nelayan, hingga pelaku industri kreatif dan pariwisata, semuanya menjadi komponen penting dalam penilaian ini," jelasnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam membangun sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan lembaga riset dalam rangka memperkuat daya saing daerah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Brida berkomitmen untuk terus mendorong pemanfaatan data dan inovasi sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan yang terukur dan berdampak langsung kepada masyarakat.*

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB

Terpopuler

X