Jumat, 28 Agustus 2026

Marwana Asal Bombana Wakili Sultra pada PAI Award Tingkat Nasional

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 19 Juni 2025 | 11:52 WIB
Jaura I Kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat, Marwana (kedua dari kanan) pada malam penganugerahan PAI Award Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, akhir April 2025.
Jaura I Kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat, Marwana (kedua dari kanan) pada malam penganugerahan PAI Award Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, akhir April 2025.

Kendari, Rakyatsultra.id - Penyuluhan Agama Islam (PAI) Award tingkat nasional menurut rencana akan digelar pada 9-11 Juli 2025 di Jakarta. Pada ajang tersebut Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) akan diwakili Marwana, S.Sos. yang berasal dari Kabupaten Bombana. Marwana mewakili kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat.

PAI Award merupakan ajang apresiasi Kementerian Agama terhadap para Penyuluh Agama Islam yang menunjukkan kinerja, inovasi, dan kontribusi luar biasa dalam pembangunan umat dan pemberdayaan masyarakat. Melalui ajang ini, Penyuluh Agama Islam dari seluruh Indonesia saling menampilkan kompetensi terbaiknya, sehingga menjadi inspirasi dalam hal kepenyuluhan dan pembinaan umat.

Pada ajang tingkat nasional tersebut Provinsi Sulawesi Tenggara mengikuti 8 dari 9 kategori yang diperlombakan. Adapun kategori yang diikuti Sultra, antara lain kategori Literasi Al Qur'an, kategori Pendampingan Kelompok Rentan, kategori kesehatan masyarakat, kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat, kategori Pendampingan Hukum, kategori Pelestarian Lingkungan, kategori Penyuluhan Baru, dan kategori Penguatan Moderasi Beragama.

Marwana menjelaskan mewakili kategori Pemberdayaan Ekonomi Umat merupakan antusias sendiri dalam melihat kondisi perekonomian tempatnya ia bekerja yaitu di Kecamatan Masaloka Raya Kabupaten Bombana.

Arwana yang bekerja sehari-hari sebagai KUA Kecamatan Masaloka Raya menambahkan, dalam mengembangkan perekonomian umat di daerahnya, dirinya mengajak warga untuk mengolah ikan dengan teknik yang higienis, misalnya salah satu yang ditekuni warga Masaloka Raya adalah teknik mengolah ikan betebete tanpa tulang, bahasa warga lokal menyebutnya ceria pici. Dirinya aktif mengedukasi warga pembuat ceria pici untuk menghasilkan produk sebanyak mungkin untuk selanjutnya dipasarkan ke luar daerah.

Dijelaskan, dalam mengolah ikan betebete kering tanpa tulang menyisakan limbah berupa tulang dan kepala ikan. "Limbah tersebut saya ajarkan agar tidak dibuang, tetapi kita kumpulkan untuk digiling dalam suatu pabrik untuk selanjutnya dijadikan pakan ternak dan dipasarkan keluar daerah," ujarnya. 

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Muh Saleh, S.Ag., M.Pd.I saat penganugerahan PAI Award Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara, pada akhir April 2025 lalu di Kendari berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh Penyuluh Agama Islam Sulawesi Tenggara untuk terus meningkatkan kualitas layanan keagamaan di tengah masyarakat. 

Menurutnya, PAI Award tidak sebatas kompetisi, namun tujuan akhirnya ialah mengasah potensi dan memotivasi Penyuluh Agama Islam dalam rangka membawa semangat serta nilai-nilai Islam rahmatan lil `alamin kepada umat.rs

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB

Terpopuler

X