Jumat, 28 Agustus 2026

Nelayan Di Buteng Meninggal, Diduga Tersambar Petir

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Rabu, 7 Mei 2025 | 14:25 WIB
 Polres Buteng bersama warga evakuasi korban, bertempat di pantai Desa Lolibu, kemarin (7/5).
Polres Buteng bersama warga evakuasi korban, bertempat di pantai Desa Lolibu, kemarin (7/5).

Buton Tengah, Rakyatsultra.id - Warga Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah di hebohkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang berada diatas perahu dan hanyut ke Bibir Pantai, kemarin (7/5).

Penemuan mayat laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh Seorang Nelayan berinisial LP (49) yang sedang menjaring kepiting di laut.

Kapolres Buteng, Melalui Kasi Humas, IPTU Thamrin membenarkan penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki inisial I (21) yang berlokasi di pantai Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo.

"Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang Nelayan berinisial LP yang saat itu sedang menjaring kepiting di pinggir pantai," ujarnya.

Selanjutnya Iptu Thamrin menuturkan sesaat penemuan mayat itu, LP yang mengenali Jenazah yang ditemukannya kemudian langsung bergegas memberitahu istri korban WI (17) dan bersama-sama keluarga menuju ke pantai.

"Kejadian itu sontak saja menghebohkan warga sekitar dan Polsek Lakudo yang menerima informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Untuk kronologi nya sendiri berdasarkan informasi istri korban, Iptu Thamrin menjelaskan bahwa korban I sempat meminta izin untuk pergi memancing di pagi hari.

Dihari yang sama juga itu firasat istri merasa hawatir karna siang hari pukul 13.00 telah terjadi hujan lebat disertai iringan guntur dan petir.

"Hingga pada akhirnya sore hari menjelang magrib, sang istri korban merasa terkejut dikabari bahwa suaminya berinisial I ditemukan meninggal diatas perahu," jelasnya.

Lebih lanjut, Iptu Thamrin menambahkan sementara dari keterangan saksi LD (32) yang saat itu sempat bersama korban memancing ikan di laut sekitar pukul 12.00 sempat mengajak korban untuk pulang, Namun korban menolak dengan alasan belum mendapat banyak Ikan.

Hingga akhirnya saksi LD kemudian pulang meninggalkan korban yang melanjutkan memancing. Dan tidak lama kemudian terjadi hujan deras diiringi Petir dan Guntur.

"Berdasarkan pemeriksaan medis pada fisik korban disertai dengan keterangan saksi, dugaan sementara meninggalnya korban I dikarenakan tersambar petir saat sedang memancing di tengah laut. Mengingat hari itu terjadi hujan deras disertai petir dan guntur," tambahnya.

Usai kejadian tersebut, Iptu Thamrin menyarankan keluarga agar dilakukan otopsi secara menyeluruh untuk mengetahui langsung penyebab kematian korban. Namun dari pihak keluarga menolak dan telah menerima serta mengikhlaskan sesuatu yang terjadi

"Kami juga menghimbau kepada seluruh nelayan untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem demi menghindari kejadian serupa," tutupnya. (rud)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB

Terpopuler

X