Kendari,Rakyatsultra.id –Universitas Mandala Waluya Kendari mengelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM), yang ditujukan untuk mahasiswa, bertempat di kampus tersebut pada 31 Januari 2025.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis Universitas Mandala Waluya Dr. Andi Asri menuturkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa, baik dalam organisasi kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Latar belakang dibentuknya LDKM adalah karena pentingnya peran kepemimpinan dalam kehidupan mahasiswa. Mahasiswa sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan perlu memiliki kualitas kepemimpinan yang baik, agar dapat memimpin dan mengambil keputusan yang tepat dalam berbagai situasi,” katanya.
LDKM lanjutnya, dapat membantu mahasiswa memahami prinsip-prinsip kepemimpinan, mengasah kemampuan komunikasi, membangun kerjasama tim, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepemimpinan yang efektif.
Selain itu, LDKM juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertemu dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang dan organisasi, sehingga dapat memperluas jaringan dan meningkatkan kerjasama antar organisasi kampus.
“Program LDKM ini diharapkan dapat menciptakan mahasiswa yang memiliki kepemimpinan yang baik, berintegritas, bertanggung jawab, dan dapat berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa,” ujarnya.
LDK di Program Studi Kewirausahaan juga dihadiri oleh Wakil Rektor III UMW Kendari Toto Suryanto, kepada para peserta kegiatan, dirinya menyampaikan, LDKM merupakan suatu kegiatan orientasi bagi mahasiswa baru untuk meningkatkan kemampuan dalam menerapkan dasar-dasar kepemimpinan, serta mempersiapkan mahasiswa untuk turut aktif bergabung dalam organisasi kemahasiswaan.
“LDKM sebagai sarana yang efektif dalam membentuk mahasiswa berkarakter, memiliki peran untuk melakukan pembinaan mental, dan spiritual mahasiswa memunculkan serta meningkatkan kemampuan sikap kritis prinsipil supaya mahasiswai tidak langsung menelan mentah terkait isu-isu yang ada, melainkan dapat mencari kebenaran terkait isu dan dapat dipertanggungjawabkan dalam kehidupan bermasyarakat,” papar Toto Suryanto.
Dijelaskannya, mahasiswa merupakan golongan generasi muda yang menuntut ilmu diperguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri.
Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual,sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan sebagai warga bangsa dan negara.
Pembina Himpunan Mahasiswa Kewirausahaan UMW Kendari Eka Dharma Putra ditempat yang sama menyampaikan, karena mahasiswa merupakan penerus bangsa, oleh karena itu mahasiswa dituntut untuk bisa memimpin dan memilih yang terbaik bagi negaranya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan mahasiswa, baik dalam organisasi kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari, Kata Andi Asri.
“Berbicara tentang kepemimpinan, kepemimpinan merupakan suatu cara menjadikan setiap individu untuk menjadi contoh dan suri tauladan bagi setiap anggotanya. Pemimpin dan kepemimpinan tidak dapat dipisahkan secara struktural maupun fungsional, karena keduanya saling berhubungan. Setiap individu adalah seorang pemimpin dan pemimpin tidaklah hanya melihat dari orang lain, melainkan dari diri sendirinya lah yang menjadi pusat utama dari seorang pemimpin yakni memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain,” ujar Eka.
“Kepemimpinan adalah proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Selain itu, kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam suksesnya suatu organisasi dan manajemen, serta entitas yang mengarahkan kerja para anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi itu sendiri,” katanya yang juga Sekertaris Prodi Kewirausahaan.
Kegiatan LDKM berlangsung selama 2 hari, dimana pembukaan berlangsung di kampus, dilanjutkan di Nambo, dengan menurunkan berbagai materi seperti dasar-dasar kepemimpinan, metode persidangan dan tata laksana persuratan. Narasumber merupakan dosen-dosen yang memiliki pengalaman organisasi selama kuliah di kampus. RLS