Kendari,Rakytasultra.id– Perseteruan antara seorang guru kimia, Anny Aspina, dengan Kepala Sekolah SMAN 2 Kendari, Nur Aida, akhirnya berakhir dengan damai serta bahagia. Keduanya sepakat untuk saling memaafkan setelah melalui proses mediasi yang melibatkan sejumlah pihak.
Sebelumnya, ketegangan terjadi antara Anny Aspina dan Nur Aida akibat dugaan intimidasi yang ternyata tidak terbukti. Perselisihan ini sempat menjadi perhatian di lingkungan sekolah dan menimbulkan kegaduhan di internal SMAN 2 Kendari. Namun, setelah dilakukan klarifikasi, kedua belah pihak menyadari bahwa permasalahan yang terjadi hanya kesalahpahaman dan miskomunikasi.
Dalam pertemuan yang disaksikan oleh para guru SMAN 2 Kendari, Anny Aspina mengungkapkan penyesalannya atas tindakan dan sikapnya selama ini. Ia menyadari bahwa emosinya sempat menguasai dirinya, sehingga tidak berpikir secara jernih dalam menyikapi masalah tersebut. Dengan penuh keikhlasan, ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Nur Aida.
“Saya berterima kasih banyak kepada Ibu Kepala Sekolah yang sudah menerima permohonan maaf saya. Saya menyadari bahwa ini hanya kesalahpahaman, dan saya berharap hubungan kita bisa kembali seperti semula,” ujarnya (31/1).
Menanggapi permintaan maaf tersebut, Nur Aida menyatakan bahwa ia menerima dengan lapang dada dan berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak. Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menghadapi persoalan, terutama di lingkungan pendidikan.
“Semoga kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Apapun masalahnya, sebaiknya kita tabayyun (klarifikasi) terlebih dahulu. Kita harus saling menghormati dan menerima kekurangan satu sama lain, tanpa memandang jabatan sebagai atasan atau bawahan,” tuturnya.
Setelah pertemuan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk kembali menjalin hubungan harmonis demi kelangsungan proses belajar-mengajar di SMAN 2 Kendari. Nur Aida juga berharap bahwa setelah kejadian ini, semua aktivitas akademik yang melibatkan Anny Aspina bisa kembali berjalan dengan baik dan tanpa hambatan.
Sebagai tanda perdamaian, keduanya saling berpelukan dan berjanji untuk membuka lembaran baru, menandai akhir dari konflik yang sempat terjadi. Dengan demikian, suasana kondusif di lingkungan SMAN 2 Kendari diharapkan dapat kembali terjaga demi kemajuan pendidikan di sekolah tersebut. CR5