Langara,Rakyatsultra.id - Yayasan Darul Musthofa Nahdlatul Wathan Wawonii Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) resmi menamatkan IQRO 14 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah Darul Musthofa Nahdlatul Wathan Wawonii di Desa Lampeapi Baru Kecamatan Wawonii Tengah, Sabtu (22/12).
Dalam acara penamatan IQRO yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Darul Musthofa Nahdlatul Wathan Wawonii kali ini merupakan yang ketiga kalinya sejak berdirinya Pondok Pesantren tersebut.
Ada yang mencengangkan di sela-sela acara penamatan IQRO itu karena santriwan dan santriwati menampilkan pidato tiga bahasa yakni, bahasa Arab, Bahasa Indonesia dan bahasa Wawonii. Pidato bahasa Arab dibawakan oleh Akrom, Pidato bahasa Indonesia disampaikan oleh Nisa dan Pidato Bahasa Wawonii disampaikan oleh Zahdan.
Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ibu Bupati Konkep, Dra Hj Nurul Hidayati mengatakan bahwa, mempelajari dan menghafal Al-Qur'an merupakan salah satu bagian penting dalam kehidupan, selain untuk menjaga kemurnian Kalam Allah juga memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga anak-anak kita ini kelak menjadi insan QUR'ANII yang dapat mengaktualisasikan nilai-nilai Qur'an dalam kehidupannya sehari-hari," harapnya.
Perlu dipahami bersama sambungnya, bahwa untuk menjadi insan Qur'anii tidak terjadi secara instan dan cepat, tetapi butuh pengenalan, pembiasaan dan keteledanan serta menumbuhkan kecintaan pada Al-Qur'an itu sendiri.
"Ketika nilai-nilai Al-Qur'an ini dapat menjadi pedoman hidup dan dijunjung tinggi, maka yakinlah bahwa setiap langkah hidup kita akan membawa kearah yang lebih baik," jelasnya.
Anak-anak kata Dra Hj Nurul Hidayati merupakan investasi masa depan yang tidak ternilai, karena itu mereka membutuhkan pendidikan, bimbingan, tuntunan serta pola asuh yang berkualitas.
"Percayalah bahwa kalau anak-anak kita dididik dengan baik, Insaa Allah mereka akan menjadi generasi yang baik. Begitu pula kalau anak-anak kita ingin mencintai dan menjadikan Al-Qur'an sebagai tuntutan hidupnya maka sedini mungkin mereka harus belajar membaca Al-Qur'an," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Yayasan Darul Musthofa Nahdlatul Wathan Wawonii, Kabupaten Konawe Kepulauan, Abdul Khaliq Al-Yamani, QH.,S.Pdi menyampaikan ucapan terimakasih sekaligus berharap kepada wali santri dan seluruh tamu undangan agar memberikan dukungan secara moril demi terlaksananya kegiatan pembelajaran pondok pesantren.
"Inilah hasil pendidikan anak-anak kita, selama beberapa bulan di pondok pesantren. Kami informasikan kepada wali santri dan tamu undangan bahwa pondok pesantren kita untuk Madrasah Diniyah Takmiliyah sudah mendapat izin operasional dari Kementerian Agama, bahkan untuk pondok pesantren izinnya sedang dalam proses, mudah-mudahan dalam beberapa bulan ke depan kita sudah menerima izin operasional dari Kementerian Agama," jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa pondok pesantren yang ada di Lampeapi adalah pondok pesantren pertama yang membangun komunikasi dengan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Konkep.
"Mudah-mudahan pondok pesantren ini bisa menjadi pondok pesantren yang besar, bahkan menjadi pondok pesantren yang menjadi pusat pembelajaran ilmu agama sebagai mana dulu Wawonii terkenal dengan pembelajaran ilmu agama pertama di Sultra," tandasnya. r2