Jumat, 28 Agustus 2026

Dorong Gerakan Sekolah Sehat, BPMP Sultra Jalankan Program Goes to School di SMAN 2 Kendari

Photo Author
Sitti Asnawati, Rakyat Sultra
- Selasa, 15 Oktober 2024 | 12:41 WIB
Suasana BPMP Sultra saat melaksanakan kegitan Goes to School di SMAN  2 Kendari
Suasana BPMP Sultra saat melaksanakan kegitan Goes to School di SMAN 2 Kendari

Kendari,Rakyatsultra.id - Dalam rangka mendorong Gerakan Sekolah Sehat (GSS), Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan program “BPMP Sultra Goes to School" dengan melaksanakan Gelar Wicara Sekolah Sehat dengan tema “Kekerasan di Satuan Pendidikan, Jangan Ya, Dek Ya! yang diselenggarakan di SMAN 2 Kendari, Senin (14/10).

Kepala BPMP Sultra, Junaiddin Pagala, S.T., M.T menjelaskan, kegiatan dilaksanakan untuk memperkenalkan GSS secara langsung ke sekolah-sekolah, karena selama sosialisasinya hanya melibatkan stakeholder seperti dinas pendidikan dan para kepala sekolah. Olehnya itu, pihaknya ingin hal tersebut langsung dilaksanakan di sekolah dengan melibatkan para siswa.

Sambungnya, Gerakan Sekolah Sehat (GSS) merupakan suatu gerakan yang menggusung 5 fokus, (Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan). Olehnya itu, melalui program goes to school tersebut pihaknya mengangkat tema terkait dengan pencegahan kekerasan di tingkat satuan pendidikan, dimana sejalan sosialisasi Permendikbudristeknomor 46 tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan merupakan salah satu fokus GSS.


"Jadi ini sebenarnya ada dua isu yang kami bawa, selain menggunakan gerakan setelah sehat kami juga ingin memberi sosialisasi kepada para siswa untuk tidak melaksanakan tindakan kekerasan baik itu kekerasan fisik, verbal maupun kekerasan lainnya yang akan berdampak pada proses belajar para siswa," ujarnya.

Ia menjelaskan, masa remaja ini sangat rentan akan kekerasan, untuk itu selain pihaknya melakukan gerakan sosialisasi terkait hal tersebut juga harua dilakukan edukasi. Untuk itu, pada kesempatan tersebut, pihaknya menghadirkan psikolog terkait dampak yang akan terjadi akibat kekerasan tersebut baik pada dirinya maupun pada temannya.

"Untuk itu kita terus melakukan edukasi terkait nilai-nilai anti kekerasan bawa ini sangat penting, dengan harapan para siswa dapat meningkatkan kualitas belajarnya tanpa adanya gangguan kekerasan yang terjadi di sekolah. Untuk itu, setelah kegiatan ini akan dibentuk tim untuk terkait pencegahan kekerasan kemudian ada tim gerakan sekolah sehat, kemudian di sekolah kita sudah bekerja sama dimana mereka sudah membentuk tim," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 2 Kendari, Nur Aida merasa bersyukur karena sekolah SMAN 2 Kendari menjadi salah satu rujukan sekolah pertama yang menjadi sasaran BPMP Sultra dalam melaksanakan program BPMP Sultra Goes to School dengan membawa gerakan sekelas sehat dan pencegahan tindak kekerasan di sekolah. Pada dasarnya dalam mencegah tindakan kekerasan dengan membuka posko pengaduan 24 jam jika ada siswa yang mengalami tindak kekerasan.

Sambungnya, selain itu, peraturan juga yang pihak sekolah buat sudah mendukung agar tidak ada kekerasan di sekolah. Disamping itu juga telah dibentuk tim, sehingga anak-anak boleh mengadu jika kekerasan sangat sensitif bahkan kepada kepala sekolah juga bisa.


"Saya harapkan para siswa lebih memahami bahwa jika mereka mengalami bullying atau kekerasan tidak boleh berdiam diri saja, tetapi itu harus segera dilaporkan berbagai pihak. Karena kita inginkan sekolah ini benar-benar amandari segala bentuk kekerasan dan perundungan," ujarnya. CR5

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sitti Asnawati

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB

Terpopuler

X