KENDARI, rakyatsultra.id - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo Sp.OG (K) menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai narasumber yang dilaksanakan di Hotel Claro Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (22/11).
Dalam kesempatan tersebut, Dokter Hasto sangat mengapresiasi IDI, dimana dokter tersebut sudah terlibat dalam intervensi gizi terpadu, serta berjibaku dalam pendampingan keluarga risiko stunting di kabupaten dan kota juga pada audit kasus stunting. Untuk ia ngatur menginginkan peranan dari para dokter yang ada di IDI dalam percepatan penurunan stunting.
"Selama ini saya bangga sebagai anggota IDI dan POGI dan konsultan endokrinologi reproduksi, saya tetap menjalankan profesi dokter sehingga saya belum pernah berhenti praktek," ujarnya.
Dirinya mengaku selama berkecimpung pula dalam dunia politik, menjabat kepala daerah, hingga menjadi Kepala BKKBN, dr. Hasto melihat ketimpangan di banyak organisasi massa, LSM, NGO, politik dan juga organisasi lain di luar dokter. Namun ia bersedih karena banyak organisasi profesi yang tidak profesional dan tidak pernah bicara tentang kemajuan profesi bagi anggotanya, akan tetapi organisasi tersebut lebih dipakai untuk berpolitik praktis dan berebut kekuasaan.
"Namun hal tersebut tidak ada pada IDI. IDI menjadi organisasi yang baik dan berfungsi menjadi organisasi pembelajar. Di dalamnya saling terbuka menyampaikan pendapat. Bisa melakukan perdebatan substansional dalam ruang lingkup profesinya dan produktif di bidangnya maka IDI memberikan public education terutama untuk peer groupnya (dokter) dan masyarakat luas pada umumnya," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar IDI Dr Mohammad Adib Khumaidi Sp.OT menyampaikan bahwa kegiatan Rakernas tersebut mengusung tema IDI Reborn: Bangkit dan Bersatu untuk Harkat Profesi Dokter dan Rakyat Indonesia. Tahun ini, IDI optimis akan senantiasa mengupdate, visioner, antisipatif, dan prospektif. Karena dokter saat ini adalah profesi yang sangat mengerti hati rakyat dan peduli dengan kondisi sosial. IDI harus mampu melakukan perubahan transformatif sesuai dengan perkembangan jaman dan teknologi.
Lanjutnya, kegiatan Rakernas IDI tersebut bertujuan untuk mengembangkan pembangunan sumber daya manusia di bidang kedokteran medis guna meningkatkan derajat kesehatan rakyat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera.
"Sebuah proses evaluasi program kerja sekaligus menyempurnakan dan memperbaiki pada periode sisa kepengurusan. Pada Rakernas Kendari ini akan semakin memperkuat pijakan pondasi organisasi dengan strong alignment dan spritual effort. Ini merupakan langkah untuk memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam mendukung program-program yang bertujuan menciptakan masyarakat yang sehat dan kuat khususnya mendukung program BKKBN dalam penurunan stunting," ujarnya.
Sebagai informasi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga yang mendapat tugas untuk mengendalikan jumlah penduduk melalui penyelenggaraan program kependudukan dan Keluarga Berencana, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui pembangunan keluarga berdasarkan Undang-Undang Nomor 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. BKKBN ditunjuk sebagai Ketua Koordinator Percepatan Penurunan Stunting berdasarkan Peraturan Presiden nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. RS