Jumat, 28 Agustus 2026

Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Daerah Sukses Diselenggarakan

Photo Author
Efendy, Rakyat Sultra
- Kamis, 23 November 2023 | 09:37 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi  Sultra H Asrun Lio dan Kepala Kantor Bahasa Sultra Dr Uniawati dalam penutupan Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Daerah Sultra. Foto: Dirma/RS
Sekretaris Daerah Provinsi Sultra H Asrun Lio dan Kepala Kantor Bahasa Sultra Dr Uniawati dalam penutupan Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Daerah Sultra. Foto: Dirma/RS

KENDARI, rakyatsultra.id - Pelaksana Kongres Internasional IV Bahasa-Bahasa Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan tema Tapalagi Bahasa dan Sastra, Sultra Mokora yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara (KBST) dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Sultra yang dilaksanakan di Hotel Azizah Syariah Kendari semala dua hari sukses digelar dan ditutup secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra H Asrun Lio, Rabu (22/11).

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra H Asrun Lio mengatakan, dalam kongres Internasional tersebut para peserta telah mengeluarkan komitmen bersama untuk sama-sama menggunakan bahasa daerah. Sehingga bahasa daerah yang ada di Sultra bisa disalurkan kepada generasi muda agar penuturnya tidak punah.

Sekretaris Daerah Provinsi Sultra H Asrun Lio.

"Pada dasarnya ketika bahasa daerah ini tidak digunakan lagi maka akan punah. Jadi khawatiran bawa bahasa daerah akan punah tidak akan terjadi kalau kita sendiri yang pengguna bahasa daerah ini menggunakan bahasa itu dalam kehidupan sehari-hari. Caranya harus dimulai dari diri pribadi dengan menggunakan dikeseharian khususnya di rumah," tuturnya.

Lanjutnya, kemudian jangan ada keraguan bahwa ketika anak tidak tahu berbahasa Indonesia dia nanti akan bodoh, tentu tidak. Karena bahasa itu sifatnya alamiah dimana didapat dari meniru orang yang berbicara.

"Nah sekarang ini kita inginkan supaya bahasa daerah itu tertularkan pada generasi muda. Bagaimana hal tersebut dapat ditularkan kita sendiri saja tidak pernah menggunakan bahasa daerah itu. Bagaimana generasi muda bisa mendengar dan menirukan bahasa daerah itu, kita sendiri saja tidak menggunakannya. Jadi hal inilah yang akan menyebabkan kepunahan bahasa itu karena tidak ada lagi penggunaannya di kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Sultra Dr Uniawati mengatakan, kegitan kongres tersebut bertujuan untuk mendiskusikan dan merumuskan berbagai persoalan yang menyangkut bahasa dan sastra daerah Sulawesi Tenggara yang digagas oleh para pakar bahasa dari dalam dan luar negeri untuk menjadi pertimbangan dalam rangka perumusan kebijakan dan strategi yang tepat untuk melindungi, melestarikan, mengembangkan, membina, dan memberdayakan bahasa dan sastra daerah Sulawesi Tenggara pada era society 5.0.

Lanjutnya, selain itu, untuk mendorong dan meningkatkan program pembinaan dan pengembangan bahasa dan sastra daerah di Sulawesi Tenggara dalam bentuk penelitian dan pendokumentasian, erta penyebarluasannya. Kemudian mendorong pelestarian, pelindungan, dan pemodernan sastra daerah sehingga dapat bernilai bagi masyarakat, dan melahirkan konsep pembelajaran bahasa daerah yang efektif untuk dimplementasikan pada masyarakat, khususnya generasi muda.

"Jadi selama dua hari kita akan bersama-sama berdiskusi untuk saling bertukar pikiran dan pandangan erhadap persoalan-persoalan kebahasaan dan kesastraan yang dihadapi oleh bangsa ini mulai dari Sabang hingga Merauke. Persoalan paling krusial adalah kepunahan bahasa daerah. Khusus di Sulawesi Tenggara terdapat 9 bahasa daerah dan 7 di antaranya terancam punah, yaitu bahasa Ciacia, Culambacu, Kulisusu, Lasalimu Kamaru, Moronene, Muna, dan Tolaki. Hal ini perlu segera diatasi agar kondisi vitalitas bahasa tersebut tidak semakin menurun," tuturnya. JP/RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Efendy

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB
X