Jumat, 28 Agustus 2026

Terdapat 283 Kasus HIV AIDS Sepanjang 2023 di Kendari

Photo Author
Agus Syahlan Tohamba, Rakyat Sultra
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 08:59 WIB
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kendari, Ellfi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kendari, Ellfi.

rakyatsultra.id - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immunodeficiency Syndrom (AIDS) periode Januari-September 2023 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebanyak 283 kasus.

Jumlah tersebut berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, dimana dari segi gender 283 kasus ini didominasi oleh kaum laki-laki, dimana hampir seluruh kasus HIV AIDS yang ditemukan berasal dari hubungan seks yang berisiko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kendari, Ellfi mengatakan kasus HIV AIDS ini disumbang oleh sejumlah populasi kunci yakni yang berisiko tertular HIV AIDS.

Populasi kunci tersebut diantaranya ibu hamil, pengguna narkoba, wanita tuna susila, transgender, lelaki seks lelaki, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan.

“Rentan usia yang menjadi penyumbang kasus terbanyak adalah rentan usia produktif, karena dipengaruhi oleh tingkat produktivitas yang tinggi,” katanya, Selasa (24/10/2023).

Ellfi mengatakan temuan kasus tersebut diketahui melalui metode konseling dan tes sukarela oleh masyarakat yang merasa dirinya memiliki gejala maupun orang-orang yang rutin melakukan medical check up.

“Secara pengetahuan orang-orang yang ada di lingkaran risiko ini sudah mulai teredukasi sehingga mereka sudah mau dan sadar untuk melakukan pengecekkan kesehatan ke kami,” ungkapnya.

Selain itu, ada pula tes yang diinisiasi oleh Dinkes Kendari yang bekerja sama dengan pihak terkait, yang dilakukan secara mobile atau jemput bola kepada orang-orang yang ada di lingkungan risiko tersebut.

Dimana, di Kendari ini tidak hanya pemerintah saja yang proaktif terhadap penanganan HIV AIDS, tetapi juga dibantu dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hadir ditengah-tengah masyarakat.

Untuk pencegahannya, ada metode triple eliminasi yang digunakan yakni mencegah penyebaran dari hulunya, dengan melakukan pencarian terhadap kelompok yang dianggap risiko.

“Kelompok-kelompok inilah yang akan kita sasar. Kami juga memetakan, sehingga mempermudah kami dalam melakukan pencegahan serta tindak lanjut lainnya,” tutupnya. EDISI/RS

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Agus Syahlan Tohamba

Tags

Terkini

Tim Gerak Jalan SMPN 1 Wantim Tampil Memukau

Kamis, 14 Agustus 2025 | 13:16 WIB

ATR/BPN Ungkap PT. MS Tak Pernah Ajukan HGU

Senin, 11 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Wali Kota Janji Bakal Tertibkan Parkir di Baubau

Selasa, 29 Juli 2025 | 10:42 WIB
X