buton-raya

Pemkab Buteng Latih 60 Peserta Jadi Tenaga Terampil Event Management

Rabu, 10 Desember 2025 | 09:32 WIB
Bupati Buteng, Dr Azhari saat berpose bersama Peserta Pelatihan dan Uji Kompetensi Event Management dan Digital Marketing bersertifikasi BNSP, Selasa (9/12).

Buton Tengah, Rakyatsultra.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah (Buteng) terus memberikan perhatian khusus dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) lokal. Kali ini, 60 anak daerah dilatih untuk menjadi tenaga terampil event management. 

Bertempat di aula kantor Bupati, kolaborasi Pemkab Buteng bersama Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Event Management dan Digital Marketing bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Selasa (9/12). 

Usai membuka kegiatan tersebut, Bupati Buteng, Dr Azhari menyatakan bahwa inisiatif kegiatan ini lahir dari keprihatinan nya terhadap minimnya SDM lokal yang memiliki sertifikasi keahlian khusus. Untuk itu dengan adanya pelatihan ini, kelak bisa mendorong lahirnya wirausaha muda. 

"Program ini kami gagas karena kurangnya SDM putra-putri daerah yang bersertifikasi. Melalui kerja sama dengan UICI, kami tidak hanya menyelenggarakan pelatihan, tetapi juga memastikan peserta yang lulus mendapatkan sertifikasi kompetensi BNSP, sebagai bukti profesionalisme mereka," ujarnya. 

Selanjutnya, 01-Buteng juga menantang para peserta untuk tidak sekadar mencari kerja, melainkan menciptakan lapangan kerja sendiri. Dirinya juga menginginkan adanya pelatihan ini bisa melahirkan perusahaan Event Organizer (EO) atau agensi digital baru yang berbasis di Buteng. 

"Saya harap kalian serius. Target akhirnya, kalian harus mampu membentuk perusahaan sendiri yang berkedudukan di Buteng. Jika kalian memiliki perusahaan yang kompeten, kami pasti akan mendukung dan memprioritaskan kalian untuk menggarap event-event pemerintah daerah," tegasnya. 

Disamping itu juga, Mantan Rektor USN Kolaka itu juga berencana memperluas cakupan pelatihan keterampilan (vokasi) ke bidang lain seperti teknik las dan montir, guna memastikan kemandirian ekonomi pemuda maupun siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) setempat. 

Langkah ini sangat perlu dilakukan, guna memberikan keterampilan praktis. Meskipun kewenangan SMA berada di ranah pemerintah provinsi, namun dirinya berkomitmen akan mencari celah regulasi agar siswa SMA di Buteng bisa diikutsertakan dalam pelatihan serupa.

"Misi saya ke depan, anak-anak SMA juga harus diberi izin mengikuti pelatihan kompetensi. Tujuannya, ketika lulus sekolah, mereka sudah memiliki daya saing tinggi alias siap pakai. Jadi, di manapun mereka merantau atau bekerja nanti, mereka sudah punya bekal pengalaman dan keterampilan yang mumpuni," ucapnya. 

Terakhir, Azhari berharap melalui kegiatan ini pemuda-pemuda di Buteng bisa berkreasi kedepannya. Apalagi ini demi memberikan kemandirian ekonomi masyarakat. 

"Program ini terus kita lakukan demi mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif dengan menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai prioritas utama, guna menyongsong era digitalisasi dan kemandirian ekonomi masyarakat," ungkapnya. 

Tags

Terkini

Pemkab Buton Tengah Kembali Raih Opini WTP

Selasa, 26 Mei 2026 | 22:57 WIB